Logo BBC

Kisah Pertemuan Anak Korban Bom Bali dengan Pelaku

Ceritanya terhenti beberapa kali. Ia menyeka air matanya.

Bayangan jenazah sang ayah, salah seorang korban Bom Bali 1 yang diturunkan dari mobil jenazah, tetap masih ada walau "tersamar:, katanya.

"Wajah itu bukan bapak saya, sudah benar-benar hangus, persis seperti ayam bakar," cerita Garil, menjelang peringatan berlangsung.

Selama 17 tahun terakhir, Garil mengatakan ia mengingat ayahnya di dalam kamar seorang diri setiap kali peringatan pada 12 Oktober.

"Kalau jujur saya pendam perasaan sendiri dalam kamar, saya tak pernah ikut, ini baru pertama kali saya ke sini. Mama ngajak terus tapi tak kuat, di rumah saja. Saya takut emosi saya menggebu-gebu mengingat kejadian itu."


Di antara adik-adik, saya yang paling ingat bapak, kata Garil. - BBC

"Di dalam hati saya, masih tak percaya, apalagi kalau liat foto bapak tak kuat. Di antara adik-adik, saya yang paling ngrasain bersama bapak," tambahnya.

Pada sekitar pukul 14:00, 13 Oktober 2002, jenazah Aris Munandar diturunkan dari mobil di depan kediaman keluarga di Denpasar.

Endang Isnanik, istri Aris yang tengah sakit, sempat mengintip. Namun Garil yang melihat secara jelas bersama kakek angkatnya.

"Ada mobil kecil datang, ternyata keluar tandu. (Saya lihat dari jauh), Posisi suami saya kakinya begini (melipat kaki) keluarga pegang saya dan saya gak boleh lihat lagi. Yang lihat anak saya," cerita Endang.


Garil bertemu dengan keluarga korban Bom Bali 1 dari Australia. - BBC

"Saya hanya lihat posisinya lagi tidur di depan stir mobil. Seperti yang dia cerita pada malam saat berangkat dia mau minum obat sambil menunggu tamu, mungkin tertidur pulas waktu kejadian," tambahnya.

"Mayat didatangkan karena kondisi yang lengket, tak bisa dimandikan, hanya bisa ditayamun. Disalatkan di masjid, dikuburkan hari itu juga," kata Endang lagi.