Duta Besar RI, Iwan Wiranataatmadja

Berharap Mukjizat di Nepal

Duta Besar RI untuk Bangladesh dan Nepal, Iwan Wiranataatmadja
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

Petugas penyelamat malah mengerahkan buldoser, karena buruknya koordinasi di lapangan. Alhasil, satu keluarga itu terkubur hidup-hidup di bawah puing reruntuhan bangunan.

Jadi, di sana petugas minim pengalaman dan teknik untuk menolong orang lain.

kondisi nepal usai diguncang gempa

img_title Puing Helikopter AS yang Hilang di Nepal Ditemukan

(Kondisi bangunan di Nepal usai dihantam gempa pertama berkekuatan 7,8 skala richter. Foto: Reuters)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berapa banyak WNI yang tersisa di Nepal dan bagaimana keadaan mereka kini?

Saat ini masih tersisa 10 orang WNI. 26 orang WNI kan sudah kembali ke Tanah Air. Sisa 10 orang ini sengaja memilih untuk tetap tinggal, karena sudah kali kedua dihubungi, mereka tetap memilih untuk bermukim di sana.

Mungkin karena mereka merasa aman. Rumah mereka juga tak mengalami kerusakan yang parah. Mereka mengatakan: "biarlah, Pak kami di sini saja". Sementara, WNI yang memilih pulang adalah mereka yang rumahnya rusak.

Tetapi, dari 10 orang WNI yang memilih untuk tinggal, ada juga yang berprofesi sebagai petugas medis?

Ada yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, ada pula yang bekerja di organisasi internasional. Ke-10 WNI itu memang tinggal di sana dan statusnya bukan tengah berkunjung ke Nepal. Situasi mereka saat ini baik-baik saja.

Apakah ada bantuan dari pemerintah sekitar atau dari Indonesia untuk membantu memugar rumah WNI yang mengalami kerusakan?

Sejauh ini, belum ada rencana ke arah sana, sebab, saya percaya terhadap self assessment mereka. Sumber daya kami pun juga terbatas. Kami tak memiliki kantor di sana dan hanya mengandalkan konsul kehormatan dan satu orang staf. Padahal, itu ada di luar ibukota Kathmandu. Tetapi, kami percaya, jika WNI di sana mengatakan keadaan mereka baik, maka mereka baik-baik saja.

Artinya, kalau mereka memang memiliki masalah, tentu telah ikut rombongan lain kembali ke Tanah Air. Tetapi, yang jelas mereka bisa dihubungi dan kami tahu tempatnya. Untuk sementara, kami anggap cukup.

Mengenai bantuan, saya rasa belum ada. Hampir semua dari WNI yang menetap di sana merupakan orang Indonesia yang menikah dengan warga lokal. Ada tiga orang WNI yang menikah dengan ekspatriat, sehingga suaminya bekerja di organisasi internasional, kemudian mereka ikut dan ditempatkan di sana. 

Selain tiga pendaki asal Bandung, maka WNI lainnya sudah bisa dihubungi dan selamat?

Iya. Semua sudah bisa dihubungin dan diketahui dalam keadaan baik.

Bisa kah diceritakan bagaimana caranya menghubungi semua WNI yang berada di Nepal pasca gempa, sementara di saat bersamaan alat komunikasi terbatas.

Kami menggunakan cara sel. Jadi, setelah diketahui ada WNI di satu daerah, maka kami juga meminta tolong kepada mereka untuk sekaligus memeriksa keberadaan WNI lainnya. Atau kami meminta no kontaknya, lalu kami yang menghubungi.

"Bagaimana keadaan WNI di lokasi A misalnya. Oh si ini baik. Maka kami akan memeriksa untuk mengecek WNI lainnya di area yang sama". Terus seperti itu.

Memang, tidak semua area bisa terjangkau dengan alat komunikasi. Banyak juga yang kami hubungi secara langsung. Setelah berhasil kami hubungi, banyak WNI yang memiliki rumah dalam keadaan rusak, sehingga memilih tinggal di tenda. 

Memang ada WNI akan kembali ke Nepal, setelah situasi membaik, karena juga ada di antara mereka yang telah menjadi warga Nepal. Tapi, karena saya memiliki empati dan pada dasarnya kan mereka orang Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Baru Bangkit, Nepal Dihajar Gempa Lagi
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut