- VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
Hingga hari terakhir pun, mereka terus bekerja. Saya turun dari area Langtang, otoritas Nepal masih berada di sana.
Yang ingin saya jelaskan adalah betapa beratnya medan tersebut, di ketinggian 3.400 meter, di satu lembah dan kini telah tertutup dengan tanah, bebatuan dan salju.
Saya telah berbicara dengan ibu salah satu korban dan dia mengatakan tengah mencoba untuk mengikhlaskan kendati berat. Lagi pula siapa yang tak sedih ketika anak berangkat dan pamit secara baik-baik, lalu terkena bencana seperti ini. Terlebih, dua dari tiga pendaki itu adalah pasangan suami dan istri serta baru saja menikah.
Jadi, berapa tim dari Indonesia yang masih berada di Nepal?
Saat ini sudah tidak ada. Tetapi, saya dengar ada organisasi bernama Humanitarian Forum Indonesia (HFI) akan berangkat ke sana secara swadaya. Selain HFI, ada juga organisasi atau LSM yang ke sana swadaya seperti Tim Wanadri, Mer-C, ACT, Jakarta Rescue, PKPU, ada juga tim dokter.
Semula para dokter ini tengah mendaki ke sana, lalu setelah terjadi bencana ini, maka ikut bergabung membantu. Ada juga dokter yang setelah pulang, malah kembali ke Nepal untuk membantu.
Semua organisasi tersebut dikoordinasikan oleh BNPB selama berada di sana sampai kepulangan tim pertama tanggal 19 Mei. Lagipula, Pemerintah Nepal meminta agar relawan asing untuk pulang.
![]()
(Tim evakuasi WNI dan pengirim bantuan kemanusiaan dari Indonesia yang akan berangkat menuju ke Nepal. Mereka berangkat menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara. Foto: Kementerian Luar Negeri RI)
Bukan kah Pemerintah Nepal sempat meminta kepada Indonesia untuk memperpanjang masa tugas selama tiga bulan ke depan?
Saya ingin menjelaskan mengenai masalah itu. Karena Indonesia memiliki rumah sakit lapangan, rentang waktu untuk pembukaan rumah sakit yakni tiga minggu hingga 3 bulan. Namun, itu diserahkan kepada Indonesia. Bukan mereka yang meminta. Operasionalnya terserah kita. Kita mau pakai berapa.
Jadi, saat ini semua perlatan rumah sakit kami tinggalkan di Nepal, mulai dari generator, tenda yang besar untuk pengungsi. Yang kami bawa pulang hanya satu tenda operasi dan peralatannya. Kami membuka satu tenda pengungsi, satu rumah sakit lapangan dan satu tenda sekolah.
Sempat beredar rumor, kalau Pemerintah Nepal terkesan pilih-pilih dalam menerima bantuan. Seperti misal bantuan dari Taiwan dan Tiongkok, yang diterima dari Tiongkok. Apakah rumor itu betul?
Yang saya dengar untuk kasus Taiwan, jika mereka memberikan bantuan dengan mengatasnamakan pemerintah, itu yang ditolak, karena Nepal tak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan.