Dubes Rusia: AS Sudah Gagal Berantas ISIS
- VIVA.co.id/Santi Dewi
VIVA.co.id - Pemerintah Rusia akhirnya ikut terlibat dalam perang memberantas kelompok militan Islamic State of Iraq and al Sham (ISIS) di Suriah. Ini merupakan kebijakan yang dinilai cukup mengejutkan, karena mereka memilih untuk tidak ikut dalam koalisi militer besar-besaran yang digalang oleh Amerika Serikat pada tahun lalu di Paris.
Menurut Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin, alasan Negeri Beruang Merah ikut terlibat dalam kampanye serangan udara, karena diminta secara langsung oleh pemerintah berkuasa, Presiden Bashar al-Assad.Â
"Keberadaan ISIS di Suriah lama kelamaan mulai membahayakan pemerintahan resmi di sana. Faktanya, kelompok teroris itu, sudah menguasai area yang begitu luas di Suriah dan Irak. Maka, ketika Pemerintah Rusia meminta bantuan, kami meresponnya dengan baik," ujar Galuzin yang ditemui secara khusus oleh VIVA.co.id di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada akhir bulan lalu.Â
Diplomat yang pernah bertugas di Jepang itu juga membantah adanya anggapan keberadaan Rusia di Suriah hanya sekedar untuk membiarkan supaya Assad berkuasa lebih lama. Menurutnya, jika ISIS tidak diberantas sejak saat ini di Suriah, maka bisa membahayakan keamanan internasional.Â
Dia juga menyebut, pernyataan yang disampaikan oleh pemerintah negara barat mengenai banyak serangan udara Rusia yang salah sasaran sebagai sebuah kebohongan besar. Justru negara-negara barat lah yang dianggap gagal memberantas ISIS. Sebab, wilayah kekuasaan mereka kian meluas dan jumlah pasukannya kian bertambah.Â
Dalam kesempatan itu, Galuzin juga sempat menyinggung mengenai laporan akhir mengenai penyebab jatuhnya Malaysia Airlines MH17 yang dirilis oleh Badan Keselamatan Belanda. Menurutnya, sejak awal laporan itu dibuat, kinerja tim penyidik Belanda sudah bias. Mengapa Rusia berpendapat demikian, siapa sebenarnya yang menembak jatuh pesawat MH17 dan bagaimana pandangan Rusia mengenai hubungan bilateral kedua negara di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo? Simak perbincangan khusus VIVA.co.id berikut:Â
Mengapa Rusia akhirnya tertarik untuk melibatkan diri dalam kampanye serangan udara di Suriah dan melawan kelompok ISIS?