Dubes Rusia: AS Sudah Gagal Berantas ISIS
- VIVA.co.id/Santi Dewi
Tetapi, tidak adakah batasan waktu yang jelas dan dibuat Presiden Vladimir Putin berapa lama serangan udara akan berlangsung di Suriah, apakah satu tahun atau beberapa bulan?
Siapa yang bisa memprediksi itu. Saya pikir durasi dari serangan itu, tergantung kepada seberapa efektif serangan tersebut dalam memberantas teroris. Jadi, masih sulit untuk bisa memprediksi sejak awal, berapa lama operasi tersebut berlangsung.
Bukankah dengan memberantas kelompok Jabhat Al-Nusra justru akan membuka perang langsung dengan AS, sebab kelompok itu disebut AS sebagai grup pemberontak moderat?
Tidak akan ada peperangan langsung antara Rusia dan AS di Suriah. Melalui pertanyaan ini, Anda sebenarnya menyentuh hal penting mengenai kebijakan AS. Anda tahu metode dengan memberikan pelatihan bagi kelompok pemberontak moderat dan penentang Bashar Al-Assad adalah program gagal.
Bahkan, AS sendiri mengakui hal tersebut, sebab walaupun mereka telah menghabiskan biaya ratusan juta dollar, pada akhirnya diketahui hanya sekitar 4 hingga 5 orang yang benar-benar ikut berperang. Sisanya, malah kabur dan bergabung dengan kelompok teroris lainnya. Hal serupa juga terjadi dengan persenjataan yang dipasok oleh AS bagi kelompok pemberontak moderat itu. Alih-alih digunakan untuk berperang melawan Assad, senjata malah jatuh ke tangan ISIS.
Bahkan, ada satu momen yang membahas betapa banyaknya jip dengan merk Toyota yang semula diberikan bagi kelompok pemberontak moderat, tetapi di berbagai foto, terlihat jip itu digunakan ISIS. Hal itu menimbulkan pertanyaan mengenai hati nurani dan moralitas. Bagaimana mungkin AS malah mendukung kelompok pemberontak moderat yang justru ingin menggulingkan pemerintahan yang sah.
Kebijakan ini tidak bermoral dan tak bertanggung jawab. Kami berharap masyarakat internasional bisa ikut menentang kebijakan AS, seperti yang kami lakukan.
Tujuan utama kami menggelar operasi militer di Suriah yakni untuk melawan kelompok teroris. Agar bisa melawan teroris di negara mana pun, maka butuh dukungan dari pemerintah yang sah. Tanpa institusi pemerintah, badan penegakan hukum dan pasukan militer yang kuat, maka nyaris sulit untuk bisa melawan kelompok teroris di mana pun.