Dubes Rusia: AS Sudah Gagal Berantas ISIS
- VIVA.co.id/Santi Dewi
Kami tegaskan sekali lagi, Rusia berperang melawan teroris. Target kami di Suriah tidak hanya ISIS, tetapi kelompok lain yang dianggap sebagai teroris seperti Jabhat al-Nusra. Yang kami maksud organisasi teroris di sini adalah kelompok yang namanya masuk dalam daftar PBB dan dasar hukum Rusia.
Terkait dengan pernyataan Departemen Luar Negeri AS yang menyebut 90 persen serangan Rusia tidak tepat sasaran ke ISIS, justru ketika mereka mulai melakukan serangan udara untuk memberantas ISIS sejak tahun lalu, area kekuasaan kelompok itu malah kian meluas. Jumlah pejuang asing yang ikut bergabung semakin bertambah. Jadi, menurut saya pernyataan mereka, jika memang betul demikian, adalah sebuah kebohongan.
Untuk memastikan apakah serangan udara Rusia tepat sasaran atau tidak yakni dengan mengikuti informasi yang disampaikan Kementerian Pertahanan melalui situs mereka. Mereka memberikan penjelasan setiap hari kepada jurnalis dan atase militer dari Kedutaan asing di Moskow.
Kebohongan lainnya yang pernah disampaikan oleh AS yakni mengenai serangan rudal yang diluncurkan dari kapal militer Rusia di Laut Kaspia. Semua serangan itu berhasil mengenai sasaran dan mengakibatkan kerusakan yang parah. Derajat ketepatannya antara 3-5 meter.
Tetapi negara mitra kami dari barat malah mengatakan beberapa atau empat rudal jatuh di teritori Iran. Ini merupakan sebuah kebohongan yang besar.
Apakah Pemerintah Rusia telah menentukan tenggat waktu berapa lama akan melakukan serangan udara di Suriah?
Ya, Presiden Vladimir Putin sebelumnya telah mengatakan operasi militer di Suriah akan berlangsung selama waktu tertentu. Hasil dari serangan udara yang kami lakukan sangat jelas dan efektif. Berdasarkan data intelijen yang kami miliki, akibat serangan udara kami, mengakibatkan kepanikan di dalam kelompok teroris itu.
Oleh sebab itu, mereka berupaya untuk merekrut lebih banyak lagi pasukan dari warga lokal. Dengan cara seperti ini akan memudahkan bagi pasukan Pemerintah Suriah untuk memukul mundur kelompok teroris ini dari teritori Suriah.
Sebelumnya, kami juga sudah meminta informasi kepada AS mengenai kontak kelompok pemberontak yang dikatakan moderat. Tetapi, kami tidak pernah menerima informasi itu, yang bisa berarti kelompok oposisi ini bisa saja tidak pernah ada.Â