Dubes Rusia: AS Sudah Gagal Berantas ISIS

Dubes Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Santi Dewi

Poin selanjutnya, kami terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi Suriah. Contoh yang paling nyata yaitu pada 16 Oktober 2015, pesawat darurat Rusia mendistribusikan bantuan kemanusiaan sebanyak 20 ton ke Suriah. Kami juga melakukan repatriasi warga Rusia yang diketahui bermukim di Suriah.

img_title Bom Beruntun Meledak di Mesir, 7 Tewas

Poin ketiga, kami memahami sepenuhnya, jika hanya menggunakan metode militer, maka Anda tidak akan bisa menghadapi ancaman teroris. Oleh sebab itu, kami juga melakukan rekonsiliasi politik di kawasan Timur Tengah dan rehabilitasi pembangunan sosial di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kami juga mempromosikan pendidikan anti-terorisme, lapangan pekerjaan bagi generasi muda di negara tersebut. Jika masyarakat internasional memperhatikan hal itu, maka tidak perlu lagi camp-camp bagi pengungsi di Benua Eropa atau kampanye serangan udara di negara mana pun.

img_title Tak Ada WNI Jadi Korban dalam Serangan Udara di Suriah

Oleh sebab itu, Rusia sangat merekomendasikan agar ada pembahasan hal tersebut di forum PBB.

img_title Peshmerga, Unit Tempur Perempuan Kurdi Penumpas ISIS

Biasnya Laporan MH17

Badan Keselamatan Belanda akhirnya mengeluarkan laporan akhir mengenai penyebab jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Mengapa Rusia menilai laporan itu bias?

Sejak awal gaya kerja Pemerintah Belanda sangat diragukan. Mengapa? Pertama, Pemerintah Belanda sama sekali tidak memberikan akses bagi Rusia untuk ikut terlibat dalam proses penyelidikan. Kedua, walaupun kami telah menawarkan bantuan kepada tim penyidik Belanda, mereka tidak menghubungi kami atau perusahaan Almaz Antey yang merupakan produsen rudal jenis BUK.

Padahal, mereka yang dianggap memiliki kemampuan paling kompeten dan pengalaman untuk hal itu. Ketiga, kami telah berulang kali meminta kepada tim penyidik Belanda untuk datang ke Rusia, tetapi mereka tidak pernah datang. Keempat, kami meminta dan menawarkan bantuan data menara pengendali Ukraina ketika pesawat dilaporkan jatuh. Tetapi, data itu pun juga tidak pernah ditunjukkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rusia sejak awal sudah menekankan agar dilakukan penyelidikan secara transparan. Kami termasuk salah satu negara yang mensponsori resolusi Dewan Keamanan PBB 2166 tentang penelusuran penyebab jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Resolusi ini tidak pernah diterapkan sepenuhnya oleh tim penyidik dari Belanda.

Sekretaris Jenderal PBB juga tidak pernah memenuhi kewajibannya sesuai dengan resolusi itu untuk menghadirkan proposal bagaimana PBB bisa berkontribusi dalam penyelidikan. Oleh sebab itu, semua penyelidikan sejak awal sudah meragukan. Mereka tidak pernah sedikit pun mempertimbangkan semua tawaran yang diberi oleh Rusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut