Dubes Rusia: AS Sudah Gagal Berantas ISIS

Dubes Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Santi Dewi

VIVA.co.id - Pemerintah Rusia akhirnya ikut terlibat dalam perang memberantas kelompok militan Islamic State of Iraq and al Sham (ISIS) di Suriah. Ini merupakan kebijakan yang dinilai cukup mengejutkan, karena mereka memilih untuk tidak ikut dalam koalisi militer besar-besaran yang digalang oleh Amerika Serikat pada tahun lalu di Paris.

img_title Gelar Operasi Antiteror, Polisi Kanada Lumpuhkan Tersangka

Menurut Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin, alasan Negeri Beruang Merah ikut terlibat dalam kampanye serangan udara, karena diminta secara langsung oleh pemerintah berkuasa, Presiden Bashar al-Assad. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keberadaan ISIS di Suriah lama kelamaan mulai membahayakan pemerintahan resmi di sana. Faktanya, kelompok teroris itu, sudah menguasai area yang begitu luas di Suriah dan Irak. Maka, ketika Pemerintah Rusia meminta bantuan, kami meresponnya dengan baik," ujar Galuzin yang ditemui secara khusus oleh VIVA.co.id di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada akhir bulan lalu. 

img_title Jet Rusia Jatuhkan Bom di Suriah, 10 Warga Terluka

Diplomat yang pernah bertugas di Jepang itu juga membantah adanya anggapan keberadaan Rusia di Suriah hanya sekedar untuk membiarkan supaya Assad berkuasa lebih lama. Menurutnya, jika ISIS tidak diberantas sejak saat ini di Suriah, maka bisa membahayakan keamanan internasional. 

Dia juga menyebut, pernyataan yang disampaikan oleh pemerintah negara barat mengenai banyak serangan udara Rusia yang salah sasaran sebagai sebuah kebohongan besar. Justru negara-negara barat lah yang dianggap gagal memberantas ISIS. Sebab, wilayah kekuasaan mereka kian meluas dan jumlah pasukannya kian bertambah. 

img_title ISIS Klaim Rampas Senjata Milik Tentara AS

Dalam kesempatan itu, Galuzin juga sempat menyinggung mengenai laporan akhir mengenai penyebab jatuhnya Malaysia Airlines MH17 yang dirilis oleh Badan Keselamatan Belanda. Menurutnya, sejak awal laporan itu dibuat, kinerja tim penyidik Belanda sudah bias. Mengapa Rusia berpendapat demikian, siapa sebenarnya yang menembak jatuh pesawat MH17 dan bagaimana pandangan Rusia mengenai hubungan bilateral kedua negara di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo? Simak perbincangan khusus VIVA.co.id berikut: 

Mengapa Rusia akhirnya tertarik untuk melibatkan diri dalam kampanye serangan udara di Suriah dan melawan kelompok ISIS?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut