Membangun Negeri Ini Tidak Bisa Hanya Satu Partai
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
(Presiden PKS Sohibul Iman di ruang kerjanya)
Oh tidak ada. Kemarin itu kita benar-benar silaturahim awal. Jadi satu hal yang disampaikan oleh beliau, kami sudah membuka itu, beliau mengatakan terima kasih untuk silaturahmi yang kita lakukan karena beliau tekankan sejak beliau dilantik, dari seluruh partai politik yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di parlemen, itu semua sudah bersilaturahim dengan beliau, hanya PKS yang belum. Bahkan beliau sampaikan mungkin karena beliau tahu kami berada di KMP.
Beliau secara khusus menyebutkan partai-partai di KMP semua sudah pernah bersilaturahim dengan beliau, kenapa PKS tidak nyambung-nyambung. Karena itu saya juga sampaikan Insya Allah komunikasi ini menjadi awal yang baik bagi kita untuk berkomunikasi membicarakan persoalan kebangsaan. Ya tentu di situ masing-masing pihak saya juga menyampaikan ini bukan silaturahim terakhir, artinya saya juga berkehendak kalau kemudian ada pertemuan. Beliau juga menyampaikan sore ini pertemuannya nih kayaknya terlalu pendek beliau sampaikan nanti kapan-kapan kita bertemu lagi.
Jadi artinya sama-sama menyambut baik silaturahim itu dan sama-sama punya keinginan untuk menjalin terus silaturahim ini, tapi tidak ada hal yang spesifik gitu, artinya berikutnya akan bicara apa, sama saja kita ingin berbicara soal kebangsaan.
Apakah berpengaruh terhadap garis kebijakan baru di parlemen?
Sebetulnya begini, bagi kami kalau mengatakan kami oposisi loyal itu sudah jelas bahwa kami di luar pemerintahan, kami akan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro pada masyarakat, tapi kami juga akan mendukung pemerintah pada kebijakan yang pro rakyat.
Masalah soft ataupun keras itu kan sebetulnya persoalan gaya ya, paling penting itu adalah kita punya ketegasan. Di sini tentu saja teman-teman melihatnya ada orang yang sering bicara vulgar, ada yang tidak, kami tentu saja punya kesadaran kami ini partai dakwah dan kita tentu harus berani mengatakan yang benar itu benar. Jadi saya kira ini persoalan cara, tetapi substansinya kami adalah kami akan mengkritik pemerintah dan kemudian kami juga akan mendukung pemerintah. Jadi tidak ada istilah melunak, kami tidak akan lunak, kami tetap tegas.
Tapi yang kemudian berkembang, ada isu bahwa PKS akan mengganti kader di pimpinan DPR dan penertiban kader-kader yang keras mengkritik di media sosial, sebenarnya seperti apa?
Ya, saya katakan silakan di open society, di masyarakat yang terbuka ini, orang mau buat spekulasi silakan. Tapi kan spekulasi itu akan mempunyai kredibilitas ketika rangkaian perisitiwa yang spekulasinya itu masuk akal. Nah kalau tidak masuk akal, sulit juga hal-hal yang seperti itu kita percaya, nah di sini jelas kalau kita melihat, rangkaian peristiwa-peristiwa yang ada, kami melihat bahwa sebetulnya tidak ada hubungannya sama sekali, cuma kalau spekulasi ya tentu bagi kami tidak bisa melarang orang berspekulasi, tapi kami juga berhak menyampaikan apa yang sebenarnya yang kami lakukan. Jadi itu adalah perstiwa-peristiwa yang tidak ada hubungannya sama sekali.