Presiden PKS Sohibul Iman

Membangun Negeri Ini Tidak Bisa Hanya Satu Partai

Presiden PKS Sohibul Iman saat ditemui VIVA.co.id
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Presiden PKS Sohibul Iman saat ditemui VIVA.co.id(Presiden PKS Sohibul Iman)

img_title Fahri Hamzah Melawan Desakan Mundur dari Elite PKS

Kinerja kepengurusan yang baru diuji dalam Pilkada serentak, evaluasinya seperti apa?

Sebetulnya kita tidak bisa mengklaim sebagai kinerja yang sekarang karena itu kan proses sudah dari yang sebelumnya. Ya kami sangat berterima kasih kepada kerja-kerja yang dilakukan oleh pengurus sebelumnya. Ada kan kita dari sisi jumlah kader yang memenangkan pilkada, dari 40 kami memenangkan di 16. Artinya adalah kita 40 persen berhasil di dalam memenangkan kader-kader.

Ini tentu saja prestasi yang kami sangat syukurin, memang awalnya kami ingin di atas 50 persen, tapi 40 persen ini adalah bukan prestasi yang buruk. Ini cukup baik. Yang kedua kalau yang kami usung, kami dukung, artinya bukan kader PKS, ini kan memang sulit ya mengklaimnya.

Saya termasuk yang berhati-hati, karena satu kepala daerah yang sukses didukung oleh banyak partai, yang bukan kader kami mengklaim juga, ini seolah-olah di Indonesia ada dua ribu Pilkada, karena masing-masing partai mengatakan, misalnya PKS mengklaim kami berhasil memenangkan di 140 an pilkada, partai lain menyebut 150, di total-total ada dua ribuan, ada 1500 pilkada.

Nah tetapi seperti diberitakan di publik, Alhamdulilah koalisi di Pilkada yang kemenangannya sangat besar. Tentu bagi kami ini sangat membanggakan, terutama bagi kami untuk meraih kemenangan besok 2017 Pilkada lagi dan kemudian sampai 2019, yang kami banggakan adalah Insya Allah mesin partai nampak, struktur dan mesin partai sudah panas. Nah ini jika dikaitkan dengan konsolidasi, kami meyakini konsolidasi ini berjalan dengan baik, buktinya adalah keterlibatan atau garis struktur di dalam kemenangan Pilkada sangat membanggakan kami.

Persiapan Pemilu 2019 bagaimana strateginya?


Pemilu 2019, ya kita lakukanlah persiapan, step by step. Karena di depan ada 2017, ada 2018,  tentu ini menjadi batu, ya milestone kemenangan di 2019.  Kami kan sudah menetapkan di amanat Munas, kami ingin naik kelas dari partai papan tengah dari 5-10 persen, ingin ke papan atas diatas 10 persen. Dan semua bersepakat ingin 12 persen, tentu ini harus bangun strategi ke sana. Strateginya seperti apa, ya jangan dikasih tahu, itu rahasia perusahaan. Insya Allah nanti pada waktunya strateginya akan kami lakukan tahapannya.

Akan mengusung capres dari kader sendiri?

Sebetulnya gini pasti setiap partai ingin mengusung capres, anehlah kalau partai tidak mengusung capresnya sendiri. Tapi kan sekarang ini masih ada ketentuan perundang-undangan yang belum firm ya, karena sekarang dengan digabungnya pileg dengan Pilpres kan tidak ada lagi electoral threshold, logika umumnya, tapi kan kalau nanti pas kita pembahasan undang-undang Pilpres, boleh jadi itu akan dimunculkan.

Ini kan belum jelas seperti apa prosesnya. Saya kira nanti kalau prosesnya sudah jelas mekanismenya, saya kira semua pertai persiapannya akan konvergen ke sana. Kalau sekarang ini saya kira semua masih cair. Tapi menginventarisir kader-kader potensial ya tentu kami lakukan.

Terkait Pilkada DKI Jakarta 2017, kabarnya PKS sudah menentukan siapa yang akan diusung menjadi kandidatnya?

Kemarin sudah disampaikan oleh DPW DKI nya, jadi kami saat ini belum sampai kepada penetapan orang. Proses internal tetapi sudah berjalan, pemilihan internal, Pemira, sudah berjalan di kami. Sekarang kami sedang mengompilasi dari Pemira itu siapa saja, apa diambil tiga besar atau lima besar, nah kalau nanti kita sudah sepakati itu, langkah berikutnya kami akan uji publik, calon yang dari internal itu ikut dalam tiga besar atau lima besar. Nanti lewat uji publik itulah kita melihat mana yang visibel untuk dimajukan ke Pilkada DKI. Ya tentu sebagai partai kita harus menyiapkan untuk DKI 1 maupun DKI 2.

Kualifikasi yang diharapkan PKS dari tiga atau lima besar ini seperti apa?

DKI ini kan kota metropolitan yang sangat kompleks, karena itu kita harapkan adalah mereka yang menjadi calon pemimpin DKI ini adalah mereka yang memiliki kemampuan atau pemahaman terkait dengan kompleksitas di DKI ini. Saya kira itu yang pertama. Yang kedua tentu saja dia harus memiliki akseptabilitas di masyarakat DKI ini, karena bagaimanapun seseorang mampu luar biasa kalau tidak ada akseptabilitas sulit, kuncinya kan itu. Ketiga saya kira karena DKI ini dengan kompleksitas dan sebagainya itu maka membutuhkan figur yang mampu merajut kebersamaan dengan yang lain, baik itu dengan partai politik maupun dengan ormas-ormas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dok. Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri (kiri), Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (tengah) saat menghadiri Mukernas ke-4 PKS di Depok, Jawa Barat.

Pengunduran Diri Sekjen PKS Dibahas di Rapat Majelis Syuro

Majelis Syuro PKS akan menggelar rapat pada Maret mendatang.

img_title
VIVA.co.id
16 Februari 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut