- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Saat gencar sosialisasi empat pilar, lalu terjadi isu kebhinekaan, anti Pancasila, apa reaksi Anda?
Ya, kita prihatin saja, sedih kan. Apalagi kalau Pancasila diartikan oleh masing-masing. Pancasila kan harus dipahami secara utuh. Jangan diartikan sepotong-sepotong oleh masing-masing. Masing-masing punya pengertian masing-masing kan repot. Satu menganggap paling Pancasila. Satu lagi paling Pancasila. Kan enggak bisa. Kan ada panduannya, pedomannya.
Mengenai pembubaran ormas yang dinilai pemerintah anti Pancasila?
Kalau bertentangan dengan konstitusi apa pun enggak boleh. Kalau ada yang mau merdeka ya perangi, tangkap. Kalau ada yang mau bikin negara lain, ya dibubarkan. Tapi, ada prosedurnya. Hukum panglimanya. Tapi, kalau tidak sesuai prosedur kan nanti orang-orang simpati. Persuasif. Satu dua orang dipanggil. Setelah itu kemudian pengadilan. Kan enggak bisa semena-mena.
Artinya, pemerintah mendahului tanpa proses hukum terlebih dulu?
Ya itu saya katakan mendahului. Kita kan negara hukum. Harusnya ikutilah hukum. Kan ada Undang Undang Ormas. Jangan sampai dikesankan ya kita tidak mengikuti undang-undang. Diatur itu bagaimana dalam membubarkan ormas. Kalau tidak mengikuti proses hukum, akan repot kita.
Selanjutnya, Nilai Pancasila
Apakah pendidikan Pancasila perlu sejak usia dini diajarkan?
Mestinya ada pelajaran dari SD, SMP, SMA. Cinta Tanah Air kan kalau enggak diajarin  bagaimana. Cinta Tanah Air bagian dari iman. Akhirnya nilai-nilai luar masuk. LGBT lah. Saya dimarahi orang karena saya suruh LGBT harus dihukum berat. Dia somasi kita. Saya pernah dianggap melanggar HAM. Kan malah aneh-aneh kita ini. Terus misalnya ada menyelundupkan narkoba kok 1 ton, kan bagaimana? Kan kerja sama oknum pasti.
Berarti kan kita nilai-nilai cinta Tanah Air luntur, memudar, mau meracuni anak-anak sendiri. Bagaimana miras dibebaskan. Itu kan (anak-anak) keluarga kita juga. Jadi, ibaratnya tuh ideologi tidak kuat, masuk itu dari luar macam-macam. Seperti badan ini kalau enggak sehat masuk penyakit macam-macam. Kena flu lah, jantung lah. Sama dengan negara. Oleh karena itu, ideologi ini penting dimasyarakatkan. Itu yang menjadikan ketahanan berbangsa dan bernegara.