- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Milih itu kan dengan kesadaran penuh. Yang diyakini mampu memperbaiki negeri ini. Sekarang kan tidak. Karena pemahaman Pancasila kurang sosialisasinya. Mana NPWP, nomor piro wani piro. Karena politiknya transaksional, politik uang merajalela, itu tidak Pancasilais. Bertentangan dengan Pancasila. Itu tantangan paling berat. Misal satu lagi, di UUD itu jelas kedaulatan itu di tangan rakyat.
Kalau sesuai Pancasila, tugasnya pemimpin itu kan melayani rakyat. Melayani. Tapi sekarang kan cari proyek. Jalan cepat jadi kaya, obral izin. Ini yang menimbulkan masalah. Berarti pemimpin itu tidak Pancasilais. Itu maksudnya. Misal di satu kabupaten ini kaya. Emas ada, batu bara ada. Tapi rakyatnya enggak dapat apa-apa. Itu yang enggak melaksanakan Pancasila.