- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Makanya saya mengimbau ini segera diakhiri. Jangan sampai umat agama tertentu dan agama-agama lain merasa tersakiti. Terus masyarakat kita saling menyakiti. Masa kita keluarga saling menyakiti. Kita kan sebangsa dan setanah air. Segera kita hentikan. Kan pilkada sudah selesai. Kalau tidak puas kan ada jalur hukum. Saya juga berharap hukum memenuhi keadilan di masyarakat. Agar persoalan kebangsaan kita tidak terganggu dengan hal-hal yang terjadi.
Ada krisis kebangsaan dalam persoalan ini?
Saya mengatakan tidak krisis, tapi memudar. Nilai-nilai luhur ke-Indonesiaan kita itu mulai memudar. Bahkan menerjemahkan pengertiannya untuk kepentingan masing-masing. Itu berbahaya. Memang salah satu agenda terlupakan pasca 19 tahun Reformasi, adalah tidak ada lagi pelajaran-pelajaran Pancasila, civil, kewarganegaraan, penataran P4, kan hilang semua. Jadi, 19 tahun ini tidak ada pelajaran untuk membangun karakter bangsa itu. Ini akibatnya, ini risikonya. Orang tidak membangun Pancasila lagi. Kadang-kadang ditinggalkan. Oleh karena itu saya berharap, saya juga menyampaikan ke Presiden, kita bentuk lagi. Karena penting sekali. Membangun karakter bangsa itu kan sepanjang zaman dan dilakukan semua pihak. Tidak hanya MPR. Kalau hanya MPR saja tidak akan berhasil.
MPR selalu menggaungkan sosialisasi empat pilar, bagaimana perkembangannya?
Ini program, enggak bisa sosialisasi membangun karakter bangsa ini, enggak mungkin hanya MPR. Enggak mungkin bisa berhasil. Sedikit (kalau hanya MPR). Anggarannya kecil. Tapi, sebagai gerakan oke. Yang paling penting itu eksekutif, kementerian, gubernur, bupati, TNI, Polri, media, kampus-kampus. Semua harus terlibat. Jangan cuma nyiarkan lagu Indonesia Raya pas bangun tidur. Di mana nasionalismenya begitu.
Sudah komunikasikan masalah sosialisasi empat pilar dengan Presiden Jokowi?
Sudah. Presiden setuju, sangat mendukung. Karena itu Presiden mendukung lembaga pemantapan Pancasila. Karena penting itu, penting.
![]()
Ketua MPR Zulkifli Hasan. Foto: Ikhwan Yanuar/VIVA.co.id
Selama ini MPR aktif, ada merasa diabaikan dalam sosialisasi empat pilar?
Kita ini MPR saja, karena ditugaskan oleh undang-undang. Misalnya di Solo itu ada perusahaan besar, mereka minta kita sosialisasi empat pilar. Apalagi sekarang banyak yang minta. Kalau hanya MPR bagaimana? Karena semua ingin agar kita kembali ke Pancasila itu. Kalau hanya MPR enggak mungkin. Bupati ke mana, gubernur ke mana. Harus ikut semua. Kan enggak mungkin MPR saja. Apalagi ketua MPR cuma satu. Saya tadi pagi sudah sosialisasi dengan anak-anak muda. Kemarin di Solo. Terus setiap hari. Tapi, kan enggak akan besar dampaknya.