Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Quomas

Pemerintah Terlalu Lembek

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Coumas.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) memeriksa pasukan GP Ansor beberapa waktu lalu.

img_title Sel-sel HTI Masih Aktif dan Berkamuflase usai Pemilu, Menurut Akademisi UI

Selain HTI, menurut Anda ormas apa saja yang ‘berbahaya’ bagi Indonesia dan juga harus dibubarkan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ya, tentu ormas-ormas yang bertentangan dengan ciri-ciri dalam Pancasila. Apakah ciri-ciri dalam Pancasila itu, Ketuhanan YME, Persatuan, Musyawarah Mufakat, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

img_title Ditanya Bakal Normalisasi HTI dan FPI Bila Jadi Presiden, Begini Jawaban Anies Baswedan 

Ormas yang menolak Ketuhanan, atau organisasi lainnya yang menolak ketuhanan harus dibubarkan. Ormas yang kerjaannya hanya main pukul itu harus dibubarkan. Ormas atau organisasi apapun yang mendukung gerakan sparatis atau organisasi apapun yang ingin memerdekakan diri ya bubarkan.

Ormas yang tidak setuju dengan demokrasi, ormas yang tidak inginkan keadilan, atau ormas yang ingin semena-mena bubarkan.

img_title Nusron Wahid: Prabowo Jadi Anggota Kehormatan GP Ansor sejak 28 Tahun Lalu

Dan alat ukurnya Pancasila?

Iya dong, alat ukurnya harus Pancasila.

Saat ini isu SARA kembali menguat. Tanggapan Anda? 

Isu SARA menguat karena kohesi sosial yang melemah. Kenapa kohesi sosial melemah, itu semua karena para pemuka agama telah jauh atau mulai berjarak dengan umatnya. Sehingga mereka tidak sempat lagi merawat umatnya. 

Maksudnya?

Jadi kalau dulu itu para kyai kita itu selalu datang jika ada tetangganya ada hajatan. Jangankan itu, kalau ada tetangga yang kehilangan ayam saja kyai kita dulu itu masih sempat datang kok. Beliau datang menguatkan, menenangkan umat. Nah itu dulu dilakukan. Dan saat ini mau para pemuka dari Islam, nonmuslim itu juga sudah tidak ada lagi yang melakukan itu. Nah ini yang membuat kohesi sosial melemah.

Karena arus globalisasi dan modernisasi itu sudah tidak bisa terbendung, maka ideologi-ideologi dari luar yang kita sebut transnasional itu masuk tanpa proses dialog, tidak ada proses dialog dengan kultur lokal. Dan mereka masuk dengan berbagai macam cara.

Karena Indonesia itu sebenarnya tidak mengenal isu SARA. Wong sejarah kita itu panjang dengan yang namanya perbedaan, dan itu tidak pernah ada masalah. Masalah belakangan ini muncul kan akhir-akhir ini saja, setelah munculnya ideologi-ideologi transnasional itu yang masuk tanpa proses dialog itu tadi.

Selanjutnya Ancam Kebhinekaan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ancam Kebhinekaan

Artinya Isu SARA ini dapat mengancam kebhinekaan di Indonesia?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut