Isu Palestina Masalah Semua Umat Islam
- VIVA/Purna Karyanto
Terkait dengan revolusi sosial di Arab Saudi saat ini, apakah dengan konsekuensi itu maka pemerintah Arab Saudi mulai membuka diri dengan dunia Barat, dan ingin mengedepankan model Islam yang sebelumnya melekat image konservatif kepada Islam yang moderat?
Berkaitan dengan keterbukaan pada dasarnya Kerajaan Saudi itu terbuka, namun terbuka dalam artian positif bukan negatif. Kami akan menolak secara keras kalau seandainya keterbukaan diartikan terbuka untuk negatif. Memang Saudi Arabia prinsipnya negara yang moderasi sesuai ajaran Islam dan anjuran Allah SWT.
Dan, itu merupakan anjuran yang perlu dilaksanakan umat yang moderasi pertengahan, tidak juga keras tapi tidak juga lembut. Tapi tengah-tengah ya. Bahkan, Raja Abdul Aziz pendiri kerajaan Arab Saudi sejak awal mengedepankan moderasi itu. Oleh karena itu, Saudi Arabia sangat terbuka dan keterbukaan itu memberikan kepada warga hak-hak yang sebenarnya.Â
Sebagaimana yang disebutkan tadi adanya kebutuhan oleh wanita untuk melakukan sesuatu, maupun bergerak dan bekerja, maka diputuskan untuk dibolehkan menyopir mobil. Artinya di sini, salah satu merupakan pemberian hak, yang memang itu diperlukan dalam hak tertentu.
Nah, kemudian di Saudi Arabia juga terbuka, ada medsos. Kami juga berinteraksi dengan internet dan dunia luar. Bahkan kalau kami bandingkan dengan negara tetangga di kawasan seperti Iran, mereka tidak bisa serta merta seperti di Saudi Arabia. Medsos itu salah satu yang tabu. Nah, kami tidak, tapi sekali lagi hal-hal sifatnya terbuka yang positif kami menyambutnya, tapi kalau negatif kami akan menolaknya.
Keterbukaan yang dilakukan Arab Saudi saat ini adalah, sebelum kami lakukan tentu ada proses sesuai dengan kajian-kajian, baik kultur Arab Saudi dan tentu sesuai dengan syariat Islam. Karena Arab Saudi melaksanakan hukum syariat Islam ini.
Tentang paham radikalisme, bagaimana Saudi Arabia menyikapi meluasnya paham ini di dunia?
Berkaitan dengan isu radikalisme tadi, Kerajaan Saudi Arabia merasakan bagaimana tindakan-tindakan teror itu telah merusak tatanan kehidupan bahkan nyawa masyarakat Saudi. Tentu, tindakan ini bertolak belakang dengan ajaran Islam, di mana Islam adalah agama yang cinta damai dan mengedepankan rasa persaudaraan.