Logo DW

Pria di AS Tewas Kebanyakan Makan Permen Licorice

Colourbox
Colourbox
Sumber :
  • dw

Dokter yang memeriksanya menemukan kadar potasium di tubuh pria itu sangat rendah dan menyebabkan gangguan irama jantung dan masalah lainnya. Setelah dilakukan pernapasan buatan, pria itu sadar, namun meninggal keesokan harinya.

FDA memang mengizinkan adanya kandungan asam glycyrrhizic dalam makanan hingga 3,1 persen. Tetapi banyak permen dan produk licorice lainnya tidak mengungkapkan berapa banyak yang terkandung di dalamnya, kata Dr. Neel Butala, ahli jantung di Rumah Sakit Umum Massachusetts. Dokter telah melaporkan kasus ini ke FDA dengan harapan agar risiko ini bisa ditinjau ulang.

Jeff Beckman, juru bicara Hershey Company, produsen twizzlers yang merupakan merk produk licorice populer di negeri Paman Sam, mengatakan lewat email kepada AP bahwa "semua produk kami aman untuk dimakan dan diformulasikan dengan mematuhi peraturan FDA,” ujarnya. Namun Beckman mengatakan bahwa semua makanan, termasuk permen, "harus dinikmati secukupnya."

Telah ada peringatan

Sebelumnya, kasus-kasus yang melibatkan penyalahgunaan licorice telah menarik perhatian sejumlah ilmuwan. Salah satunya pernah diterbitkan dalam artikel ilmiah berjudul “Penyalahgunaan licorice: waktunya untuk mengirimkan pesan peringatan” yang diterbitkan pada bulan Agustus 2012 oleh National Center for Biotechnology Information (NCBI).

Artikel tersebut menuliskan bahwa banyak produk yang mengandung licorice yang tersedia bebas dan bisa saja dikonsumsi oleh individu secara tidak sengaja dalam dosis besar yang kemudian berisiko memicu komplikasi. Makanan ringan yang mengandung licorice antara lain termasuk permen batang licorice, batang toffee, blackcurrant, dan permen karet merk tertentu.

Selain itu, tembakau kunyah dengan rasa licorice manis, yang secara tradisional dikonsumsi oleh pekerja tambang dan pelaut untuk dikunyah selama bekerja di lingkungan yang dilarang merokok juga adalah sumber licorice.