Didemo Puluhan Ribu Rakyat, PM Thailand Ogah Mundur

Perdana Menteri Thailand, Jenderal Prayut Chan Ocha
Sumber :
  • ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

VIVA - Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, menegaskan bahwa dia tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya meskipun aksi unjuk rasa masyarakat terus berlangsung sejak tiga bulan terakhir.

img_title Usai Bawa Timnas Indonesia Juara, Calvin Verdonk Titip Pesan Menyentuh untuk Anak-anak

Pemerintah Thailand telah menetapkan keadaan darurat dan mengeluarkan larangan berkumpul lebih dari lima orang, untuk menghentikan demonstrasi. Namun, sejak Kamis malam kemarin hingga hari ini, puluhan ribu orang memadati pusat Kota Bangkok untuk melanjutkan unjuk rasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tidak akan berhenti. Pemerintah harus menggunakan peraturan darurat. Kami harus melanjutkan karena situasinya berubah menjadi kekerasan. Ini akan berlaku 30 hari atau kurang, jika situasinya sudah mereda," kata Prayuth, yang dilansir Al Jazeera, Jumat 16 Oktober 2020.

img_title Warga Thailand Buronan Kasus Korupsi Ditangkap di RI, Langsung Dideportasi

Baca juga: Redam Demo Anti-Pemerintah, Thailand Terbitkan Larangan Berkumpul

Demonstrasi yang dipimpin mahasiswa sejak Juli lalu tidak hanya diarahkan pada Prayuth, tetapi juga kepada Raja Maha Vajiralongkorn.

img_title YouTuber Edward Halim Minta Maaf ke Komunitas LGBTQ+, Imbas Dihujat Usai Hina Penjual Baju di Thailand

Pemerintah Thailand memberlakukan peraturan darurat sejak Kamis kemarin. Ini artinya aparat keamanan diberikan otoritas untuk menangkap demonstran tanpa surat perintah, dan menyita peralatan komunikasi elektronik, data hingga senjata. Pesan online yang mengancam keamanan nasional juga dilarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlepas dari pengumuman tersebut, puluhan ribu orang Thailand berkumpul di antara pusat perbelanjaan dan hotel mewah Bangkok pada Kamis malam untuk melanjutkan perjuangan mereka untuk reformasi.

Prayuth mengatakan deklarasi darurat itu diperlukan karena "kekerasan" dan "insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya" selama unjuk rasa awal pekan ini. (ren)

Bendera Jepang.

Eks PM Jepang Yasuo Fukuda Wafat pada Usia 90 Tahun

Mantan perdana menteri Jepang Yasuo Fukuda yang berusia 90 tahun telah meninggal dunia, menurut Partai Demokrat Liberal yang berkuasa pada Senin (26/10/2026).

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut