Omicron Bikin Pembatasan Perjalanan 'Hidup' Lagi

Ilustrasi COVID-19/virus corona
Ilustrasi COVID-19/virus corona
Sumber :
  • Pixabay/geralt

Semua varian COVID-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan, sehingga pencegahan selalu menjadi kunci.
 
Respon Indonesia

Pemerintah Indonesia merespon cepat penyebaran varian baru virus Corona bernama Omicron dengan menerapkan aturan pembatasan ketat dan kewaspadaan penyebaran varian baru di dalam negeri. Otoritas Indonesia melarang kedatangan orang asing dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, dan Nigeria. 

Setiap WNI yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara tersebut -- termasuk Hong Kong -- diwajibkan untuk dikarantina selama 14 hari pada saat kedatangan.

VIVA Militer: Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan

VIVA Militer: Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan

Photo :
  • Instagram/@luhut.pandjaitan

Pemerintah juga mengubah aturan masa karantina bagi pendatang dari luar negeri. Ini berlaku bagi Warga Negara Asing maupun WNI yang baru saja tiba di Tanah Air.  Dari sebelumnya hanya 3 hari, menjadi 7 hari. Aturan itu mulai berlaku Senin, 29 November 2021.

"Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari,”" kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Minggu 28 November 2021.

Keputusan tersebut diambil menyusul munculnya varian baru virus bernama Omicron dari Afrika Selatan. Varian itu sudah menyebar ke sejumlah negara, diantaranya kawasan Eropa.