Logo BBC

Perbedaan Gejala Antara COVID-19, Demam Berdarah, Flu dan Pilek

BBC Indonesia
BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc

Namun varian Omicron yang dianggap kurang berbahaya dibandingkan varian lainnya dapat menyebabkan kematian.

Selain itu, penting untuk dicatat bahwa beberapa gejala tadi adalah yang paling umum terjadi, merujuk survei dan penelitian para ahli di seluruh dunia. Namun tidak berarti hanya gejala tersebut yang bisa muncul.

Terdapat puluhan gejala yang terkait dengan Covid-19, baik pada saat infeksi maupun yang muncul setelahnya atau yang disebut sebagai Covid berkepanjangan.

Gejalanya antara lain lesi kulit, rambut rontok, kebingungan mental dan kecemasan.

Efek berkepanjangan akibat Covid-19 ini mempengaruhi jutaan pasien di seluruh dunia. Mereka dapat mengalaminya selama beberapa pekan, berbulan-bulan, atau bahkan dalam hitungan tahun.

covid, flu, pilek
Getty Images

Flu

Penyakit ini disebabkan virus influenza yang memiliki keluarga besar dengan ratusan mutasi. Inilah alasan mengapa vaksin flu perlu diperbarui dan diberikan setiap tahun.

Flu dapat memicu gejala yang sangat mirip dengan Covid-19, tapi masa inkubasinya biasanya lebih pendek.

Dengan kata lain, gejalanya muncul dengan cepat (seringkali dalam semalam) dan memburuknya kondisi pengidapnya dapat terjadi secara tiba-tiba.

Dalam kasus Covid-19, masa inkubasi berlangsung lebih lama. Organisme dapat memakan waktu hingga lima hari untuk menunjukkan gejala.

Inilah yang menjelaskan apa yang disebut "negatif palsu", yaitu orang yang terinfeksi virus corona, tapi dinyatakan negatif setelah melakukan tes. Selain itu, meski tidak mengalami gejala, seseorang dengan Covid-19 dapat menginfeksi orang lain.

Gejala flu yang paling umum adalah batuk (biasanya kering), demam, sakit kepala, nyeri tubuh, malaise, dan kelelahan.