Logo BBC

Revolusi Kemerdekaan: Kekerasan Ekstrem Tentara Belanda dan Indonesia

BBC Indonesia
BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc

Keppy menulis beberapa buku, tetapi buku terakhirnya, `Zijn jullie kerels of lafaards? De Indische en Indonesische strijd tegen de Nazi`s 1940-45` (Kalian pejuang atau pengkhianat? Perjuangan orang-orang Indis dan Indonesia melawan Nazi 1940-1945?), banyak menarik perhatian publik.

Wartawan dan penulis di Belanda, Lea Pamungkas, mewawancarainya melalui telepon (09/02), dan berikut petikannya:

Apa pendapat Anda tentang penelitian ini?

Penelitian ini terlalu terlambat. Tidak akan banyak hal baru akan diungkap.

Selama ini sudah banyak penerbitan tentang periode ini yang mengedepankan gambaran ledakan kekerasan dari pihak Belanda.

Namun belum pernah ada reaksi seramai sekarang. Inilah yang membedakan.

Sampai sekarang, saya tetap melihat bagaimana orang-orang Belanda masih marah. Tetap sakit dan tidak bisa menerima bahwa mereka sama buruknya dengan penjajah lain.

Dan itu berlaku juga untuk orang Indonesia.

Apa dampak penelitian ini bagi hubungan Belanda dan Indonesia?

Saya tidak percaya akan ada permintaan maaf dari generasi baru Belanda kepada generasi baru Indonesia. Ini sudah 70 tahun silam.

Saya berharap akan lebih banyak kerja sama. Daripada orang Belanda terus menerus merasa bersalah atau meminta maaf atau membayar ganti rugi.

Saya berpendapat permintaan maaf tidak perlu. Saya selalu ingat kalimat `memaafkan tapi tidak melupakan`.

Apa arti penelitian ini bagi Indonesia?

Penelitian ini juga dalam Bahasa Indonesia. Kelak generasi muda Indonesia dapat mempelajarinya dalam bahasanya sendiri.

Membaca buku yang baik dan meneruskan penelitiannya.

Dan di masa depan lebih banyak orang Indonesia belajar sejarahnya di Belanda.


Wartawan di Belanda, Lea Pamungkas, berkontribusi dalam laporan ini.