Perdana Menteri Somalia Mundur

Warga kelaparan di Somalia, Afrika
Warga kelaparan di Somalia, Afrika
Sumber :
  • godsdirectcontact.org

VIVAnews - Perdana Menteri Somalia Omar Abdirashid Ali Shamarke mengundurkan diri hari ini menyusul pertikaian politik antara dirinya dengan presiden negeri tersebut. Dia mengatakan bahwa pengunduran dirinya untuk mencegah kekacauan politik lebih jauh di Somalia.

Perdana Menteri Somalia Omar Abdirashid Ali Shamarke menyampaikan pengunduran dirinya pada konferensi pers khusus. Di sampingnya, berdiri musuh politiknya, Presiden Sheik Sharif Sheik Ahmed yang berterima kasih atas keputusan yang diambil Shamarke. Ahmed mengatakan bahwa Shamarke telah mengambil keputusan yang sangat berani.

“Setelah melihat pertikaian politik antara saya dengan presiden telah menyebabkan keretakan keamanan, saya memutuskan mengundurkan diri untuk menyelamatkan negara dan memberi kesempatan kepada yang lain,” ujar Shamarke, Senin 21 September 2010.

Pertikaian antara dua orang tertinggi di negara tersebut dipicu oleh perbedaan pendapat pada rancangan konstitusi baru. Lalu selama beberapa bulan kemudian, keduanya terlihat tidak akur. Sebuah voting kepercayaan terhadap PM dijadwalkan akan dilakukan pada akhir pekan.

Ahmed menyebut langkah yang diambil oleh Shamarke ini adalah langkah yang bersejarah karena kebuntuan ini berhasil diselesaikan tanpa intervensi dari luar. Shamarke, yang memegang paspor Kanada, menjadi perdana menteri pada bulan February 2009 setelah pemerintah menandatangani kesepakatan dengan kelompok oposisi yang dipimpin Ahmed.

Saat mengumumkan pengunduran dirinya, Shamarke sama sekali tidak terlihat menyesal. Dia bahkan tersenyum dan melambai kepada wartawan saat meninggalkan lokasi konferensi pers. Akibat pengunduran dirinya, anggota kabinet yang sekarang akan kehilangan posisinya di parlemen dan perdana menteri yang baru yang akan membentuk kabinet baru.

"Kedua orang (Shamarke dan Ahmed) terlihat sangat senang, saya tidak menyangka akan seperti itu. Pasti ada agenda tersembunyi yang telah mereka setujui,” ujar seorang anggota parlemen, Mowlid Maane, menanggapi rumor yang berkembang bahwa Shamarke telah dibayar untuk mengundurkan diri.

Pengunduran dirinya tidak akan terlalu mempengaruhi pemerintahan Somalia yang pada dasarnya memang sudah lemah. Pemerintahan ini hanya menguasai beberapa blok di Mogadishu. Somalia tidak mempunyai pemerintahan yang efektif selama 19 tahun.

“Sekarang kekacauan politik telah berakhir dan pemerintahan telah hilang. Mari kita menunggu dan melihat apa yang terjadi selanjutnya. Saya harap pemerintahan yang efektif akan menyelamatkan negara ini,” ujar Menteri Urusan Dalam Negeri Somalia, Abdirashid Hidig. (umi)