Pesan Deplu untuk WNI: Hati-hati dan Waspada

VIVAnews - Penyakit flu babi diduga telah menyebabkan lebih dari 150 orang di Meksiko jatuh sakit, dan sebanyak 84 kasus kematian diduga akibat flu babi. Di Amerika Serikat (AS), satu orang tewas, dan tiga ratus sekolah di AS tutup sementara untuk mengantisipasi penyebaran virus flu babi.

Terkait penyebaran virus A/H1N1 tersebut, pemerintah Indonesia, melalui Departemen Luar Negeri (Deplu), menghimbau warga negara Indonesia (WNI) yang akan berkunjung ke atau melalui Meksiko dan Amerika Utara agar hati-hati dan waspada.

"Sejak tanggal 28 April, sudah dikeluarkan peringatan ke masyarakat Indonesia bahwa untuk sifat-sifat kunjungan yang tidak mendesak, agar tidak melakukan perjalan ke Meksiko dan wilayah Amerika Utara," kata juru bicara Deplu, Teuku Faizasyah, dalam konfrensi pers di Jakarta, Jumat 1 Mei 2009.

Bila kunjungan ke negara terjangkit bersifat mendesak, maka Deplu menghimbau agar warga Indonesia menunda atau mengubah rute perjalanan sampai kondisi penyebaran virus dapat diatasi. Sedangkan untuk warga Indonesia yang berada di luar negeri, khususnya di Meksiko dan Amerika Utara, diminta untuk mengenakan masker, sarung tangan, dan alat pengaman kesehatan lain yang diperlukan.

Perusahaan di Indonesi yang memiliki kerja sama impor barang dan jasa dengan perusahaan asing di kedua wilayah tersebut juga dihimbau untuk meningkatkan standar mutu kesehatan setiap produk impor dan tindakan lain yang diperlukan.

Hingga saat ini belum ada informasi ada warga Indonesia yang berada di luar negeri yang menjadi korban maupun diduga terserang flu babi. Jumlah warga Indonesia yang tercatat di seluruh perwakilan RI sebanyak 3.147.211 warga. Di AS, tercatat sebanyak 50.731 orang Indonesia, dan di Meksiko tercatat sebanyak 309 warga Indonesia.