Widji Thukul Dapat Penghargaan dari Timor Leste
- VIVAnews/Muhamad Solihin
“Saya sudah menonton TVTL dan tidak ada ucapan tersebut. Saya juga hadir di acara itu dan tidak mendengar Xanana bicara seperti itu,” katanya menambahkan.
Nug mengatakan, tak ada sama sekali menyebut Widji Tukul sebagai perakit bom. Xanana memang mengatakan, saat perjuangan segala hal dilakukan termasuk merakit bom, tapi tidak menyebut nama Widji Tukul. “Saya heran, kenapa sampai informasinya jadi seperti itu?” ujarnya.
Nug menduga isu itu dihembuskan karena mereka akan menggelar demo besar di beberapa negara, yaitu Indonesia, Australia, Malaysia, Filipina, dan Amerika. Demo ini diadakan untuk mengingatkan kembali hak Timor Leste atas Laut Timor yang masih menjadi sengketa dengan Australia. Rencananya, demo besar tersebut akan diadakan pada 22-23 Maret 2016.
“Bisa saja isu itu dihembuskan untuk menghalangi perjuangan memperoleh hak atas Laut Timor. Karena harusnya hak Timor Leste atas laut yang kaya minyak tersebut lebih besar dari Australia,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste, Primanto Hendrasmoro, membenarkan adanya acara dan pemberian penghargaan tersebut. Saat dihubungi VIVA.co.id, pada Jumat, 18 Maret 2016, Primanto Hendrasmoro melalui pesan singkatnya mengatakan, “memang pada tanggal 16 Maret sebuah organisasi masyarakat di Timor Leste mengadakan seminar yang memberikan apresiasi pada individu-individu Indonesia yang pro demokrasi. Mereka adalah yang pada tahun-tahun 1998 hingga 1999 bersimpati pada perjuangan Timor Timur, termasuk Widji Tukul. Seminar tersebut memang dihadiri Xanana Gusmao selaku tokoh demokrasi di Timor Leste. Tapi, penghargaan itu bukan diberikan atas nama pemerintah Timor Leste.”