Pemerintah Suriah Dituding Lakukan Serangan Saat Idul Fitri

Konflik berkepanjangan di Suriah akibat tarik-menarik kepentingan antara AS, Arab Saudi, Iran, dan Rusia.
Sumber :
  • Reuters/Hosam Katan

VIVA.co.id – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan, bahwa Pemerintah Suriah telah melanggar imbauan gencatan senjata selama tiga hari, dengan melakukan serangan udara dan pengeboman di wilayah Aleppo.

Perang Suriah: Mengapa Pertempuran Idlib Begitu Penting?

Seperti diberitakan Al Jazeera, Kamis, 7 Juli 2016, pesawat perang menjatuhkan bom di wilayah Aleppo pada Rabu kemarin, sementara pasukan pemerintah menembakkan peluru di kota terdekat dari Anadan. 

Setidaknya dua anak dikabarkan tewas oleh serangan pasukan pemberontak yang menembakkan peluru ke kota al-Zahra.

Cerita Korban Konflik Suriah: Anakku Disiksa, Disodomi, Ususnya Robek

Mulanya, Presiden Bashar al-Assad secara sepihak menyatakan gencatan senjata selama tiga hari hingga Jumat esok, yang diawali bertepatan dengan perayaan Hari Idul Fitri.

Menanggapi hal tersebut, koalisi pemberontak Free Syrian Army (FSA) menyatakan setuju atas gencatan senjata selama Idul Fitri.

PBB: Puluhan Ribu Tahanan ISIS Harus Diadili atau Dibebaskan

"Sampai sekarang, pemerintah tidak mematuhi apa yang telah diumumkan. Mereka justru meluncurkan sejumlah serangan di berbagai daerah hari ini," tulis pernyataan resmi FSA.

Dalam pernyataannya, FSA juga menyebut bahwa aliansi pemberontak menyambut baik upaya internasional yang diumumkan Presiden Suriah itu sebelumnya. Namun ternyata, serangan tidak pernah berhenti.

Selain itu, kelompok Jaysh al-Islam juga mengatakan, meski gencatan senjata diumumkan, pemerintah dan pasukan sekutu telah menyerang kota Maydaa di wilayah Timur Damaskus.

(mus)

BBC Indonesia

Perang Suriah: Rusia dan Turki Sepakat Gencatan Senjata di Idlib

Bertujuan hindari eskalasi konflik lebih jauh antara Turki dan Suriah.

img_title
VIVA.co.id
9 Maret 2020