Pesinden Kondang Anik Sunyahni Jadi Korban Penganiayaan Debt Collector

Pesinden kondang Anik Sunyahni berbicara kepada pers di rumahnya di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat 29 April 2022, tentang penganiayaan oleh sekelompok orang penagih utang (debt collector) terhadap putranya.
Pesinden kondang Anik Sunyahni berbicara kepada pers di rumahnya di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat 29 April 2022, tentang penganiayaan oleh sekelompok orang penagih utang (debt collector) terhadap putranya.
Sumber :
  • VIVA/Cahyo Edi

VIVA – Rumah pesinden Anik Sunyahni menjadi sasaran penyerangan sekelompok orang pada Selasa, 26 April 2022, dan putranya, Ade Putra Cahya Utama (28 tahun), menjadi korban penganiayaan sejumlah orang itu.

Para penganiaya diduga merupakan kelompok penagih utang (debt collector) pinjaman online (pinjol). Kelompok penagih utang ini sempat mencari seorang penghuni indekos yang menyewa sebuah kamar di rumah Anik di Dusun Keniten, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kejadian bermula saat ada ada tiga orang penagih utang yang mengendarai dua sepeda motor ke kediamannya. Mereka mencari seorang perempuan berinisial B yang sempat indekos di rumah Anik.

Ilustrasi penganiayaan.

Ilustrasi penganiayaan.

Photo :
  • www.pixabay.com/bykst

Anik menyebut B merupakan perempuan asal Gunungkidul yang diduga terjerat pinjaman online. Para penagih utang itu, katanya, sudah enam kali datang ke rumahnya, namun mereka tak pernah ketemu dengan B karena orang yang dicari sudah pindah indekos.

"Saya bilang ke orang yang nagih utang itu supaya jangan sering-sering ke sini karena orang yang dicari tidak ada. Orangnya malah marah-marah, anak saya pas bangun tidur, dengar saya dimarahi sama orang yang nagih utang, langsung keluar dan melerai," kata Anik kepada wartawan, Jumat.

Sempat terjadi cekcok antara kelompok penagih utang dengan anak Sunyahni. Masalah diselesaikan dengan damai dan saling memaafkan. Kemudian pihak penagih utang pun pergi dari rumah Anik.