Lima Hari, Ratusan Kendaraan Terjaring Razia Rotator-Sirine

Mobil ditilang. Foto ilustrasi.
Sumber :
  • VIVAnews/Rohimat

VIVA.co.id – Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra, mengungkapkan ada ratusan kendaraan yang terdiri dari roda dua dan roda empat ditindak akibat memakai rotator dan sirine.

img_title Emak-emak Mendadak Kesurupan saat Dirazia, Netizen Bilang Begini

Penindakan terhitung sejak 11 Oktober hingga 15 Oktober 2017. Di antara para pelanggar itu ada yang ditilang, ada pula yang ditegur. Jumlah pelanggar terbanyak ditemukan di kawasan Jakarta Pusat sebanyak 32 pelanggar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jumlah tilang 160. Jumlah teguran 20 kendaraan," ujar Halim saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 16 Oktober 2017.

img_title Sudah Ada ETLE, Apakah Tilang Manual Masih Dibutuhkan?

Halim menegaskan, para pegendara diminta untuk tidak lagi menggunakan rotator dan sirine pada kendaraan mereka bila memang tidak peruntukannya.

Razia masih akan terus dilakukan sampai 11 November mendatang. "Kami  akan terus tindak pengendara yang pakai," katanya.

img_title Sering Dianggap Sepele, Berhenti di Titik Ini Bisa Ditilang Rp500 Ribu

Dalam pasal 59 UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan bahwa warna lampu isyarat memiliki arti khusus.

Lampu Isyarat

Kepala Subdit Bidang Pembinaan dan Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menjelaskan, warna merah dan biru berfungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki hak utama. Sedangkan lampu isyarat warna kuning sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan lain. 

Pemasangan lampu isyarat hanya boleh digunakan pihak tertentu, yakni kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara RI yang menggunakan lampu isyarat biru. Kemudian, mobil tahanan, pengawal TNI, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, jenazah dan rescue yang menggunakan lampu isyarat merah dan sirine. Sementara, lampu isyarat warna kuning tanpa sirine digunakan untuk patroli jalan tol, pengawas sarana prasarana lalu lintas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi para pemilik mobil yang memasang lampu rotator maupun sirine di luar ketentuan, bakal kena tilang polisi. Sebagaimana Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 59 dan Pasal 106 ayat 4 huruf f atau Pasal 134 UU LLAJ.

"Sesuai dengan undang-undang itu maka pemasangan rotator atau sirine akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu," katanya dalam keterangan yang diterima VIVA.co.id di Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2017. (ren)
 

Razia polisi

3 Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Operasi Patuh Jaya 2026 menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan. Operasi yang berlangsung hingga 8 November.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut