Nakes Gerald Sokoy Korban KKB di Kiwirok Akan Diperiksa

Warga dan guru dievakuasi dengan helikopter TNI AD dari Distrik Kiwirok, Kabupaten Pengunungan Bintang, Papua, Rabu, 22 September 2021, menyusul gangguan keamanan di daerah itu akibat ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Warga dan guru dievakuasi dengan helikopter TNI AD dari Distrik Kiwirok, Kabupaten Pengunungan Bintang, Papua, Rabu, 22 September 2021, menyusul gangguan keamanan di daerah itu akibat ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani mengatakan bahwa penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan Gerald Sokoy yang diserahkan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang pada Sabtu pekan lalu.

"Memang kami sudah menjadwalkan untuk meminta keterangan dari yang bersangkutan, Gerald Sokoy, dalam minggu-minggu ini. Selain Gerald, [penyidik] juga akan meminta keterangan dari empat nakes yang bertugas di Puskesmas Kiwirok yang terluka dan sempat dirawat di RS Marthen Indey, Jayapura," kata Faizal di Jayapura, Minggu, 26 September 2021.

Ia mengatakan, sebelumnya penyidik sudah meminta keterangan dari lima nakes yang tidak dirawat di rumah sakit. Berdasarkan pengakuan mereka terungkap beberapa pelaku pembakaran dikenal dan merupakan penduduk Kiwirok.

Faizal, yang juga menjabat Komandan Satgas Penegakan hukum Nemangkawi, mengatakan bahwa untuk memulihkan pengamanan di Kiwirok, aparat sudah menambah personel.

Berapa banyak personel yang akan ditambah belum dapat dipastikan, mengingat pada Minggu pagi, terjadi kontak tembak yang menewaskan Bhayangkara Dua Muhammad Kurniadi, katanya.

Pada Selasa, 21 September, Pratu Ida Bagus Putu, anggota Yonif 403/WP, tewas dalam kontak tembak dengan KKB di Kiwirok saat mengamankan lapangan terbang untuk proses evakuasi jenazah tenaga kesehatan Gabriela Meilan.

Seorang tenaga kesehatan, yakni Grabiela Meilan, meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang dan dianiaya saat berusaha lari untuk menghindari penganiayaan anggota KKB, sedangkan empat orang lain yang menjadi korban serangan anggota KKB harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Marthen Indey di Jayapura.