Debat Panas Ferry Juliantono Vs Lukman Edy Soal Penyelewengan Dana ACT

Catatan Demokrasi tvOne 'Mengusut Bocornnya Dana Umat'
Catatan Demokrasi tvOne 'Mengusut Bocornnya Dana Umat'
Sumber :
  • Tangkapan Layar

VIVA Nasional – Politikus PKB Lukman Edy mengatakan, meski lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap atau ACT adalah lembaga swadaya, namun karena sudah melibatkan dana publik maka harus dipertanggungjawabkan juga ke publik. 

Terlebih lagi dana sosial yang dikumpulkan ACT dari masyarakat jumlahnya cukup besar, dan itu harus dipertanggungjawabkan.

Lukman menjelaskan, ada tiga godaan di tengah dana publik yang begitu besar tersebut. Pertama, godaan manajemen. Dimana uang yang dikumpulkan dari publik sangat besar, bahkan disebutkan adalah Rp500 miliar. Menurutnya itu bisa menjadi godaan, apalagi tidak ada SOP yang bisa dipertanggunjawabkan

Selanjutnya jelas dia, adalah godaan terhadap mau disalurkan kepada siapa dana yang terkumpulkan tersebut. Sehingga ke mana dana itu menjadi subjektif dari ACT itu sendiri.

"Ketiga yang menurut saya lebih berat yang perlu kita selidiki sedalam dalamnya kasus ACT ini adalah ada agenda atau muatan politk misalnya. Baik itu politik dalam negeri ataupun politik luar negeri," kata Lukman dalam acara Catatan Demokrasi tvOne, bertajuk 'Mengusut Bocornnya Dana Umat', dikutip Rabu 6 Juli 2022.

"Ketika terjadi konflik di suriah misalnya, ACT terlibat dan berpihak dalam salah satu pihak yang berkonflik di suriah dan kemudian untuk mengirimkan itu yang kemudian dituduh mengirimkan rekening dengan berlindung sebagai dana umat dan humanitarian dan kemanusiaan kemudian mengirimkan kepada satu organisasi," jelas Lukman menambahkan.

Namun hal itu disanggah oleh Sekjen Syarikat Islam Ferry Juliantono. Menurut Ferry, ACT dalam menjalankan aktivitasnya menyalurkan bantuan tak pandang bulu. Karena bantuan kemanusiaan sejatinya diberikan kepada semua yang membutuhkan.