Derita Remaja Berkulit Bak Ular dari Tangerang Selatan

Manusia Bersisik di Banten
Sumber :
VIVAnews -
Kontroversi Penetapan Kurikulum Merdeka Menjadi Kurikulum Nasional
AW hanya bisa pasrah dengan kondisi tubuhnya. Sejak kecil, kulit remaja 16 tahun ini selalu mengelupas dan ditumbuhi sisik layaknya kulit ular.

Hasil Drawing Perempat Final Thomas Cup dan Uber Cup 2024

Untuk mencegah kulitnya mengering, AW harus rajin membasahi kulitnya setiap beberapa jam sekali. Siang maupun saat bangun tidur. Lotion pelembab wajib diolesi ke seluruh tubuhnya setiap tiga jam sekali. Jika tidak, maka kulitnya akan mengeras hingga sulit bergerak.
Alasan Manajer Resto Milik Hotman Paris Bawa Kabur Uang Rp 172 Juta, Kecanduan Judi Online


Selain bersisik, penglihatan AW juga bermasalah. Kelopak matanya tidak bisa tertutup. Karena itu, matanya harus terus dijaga kelembabannya secara teratur.


Penderitaan AW tak sampai di situ. Saat tidur pun, warga Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan ini, harus di lantai. Tujuannya, agar kelembaban kulitnya tetap terjaga.


"Kelainan kulit cucu saya ini sudah sejak dia berumur satu tahun. Awalnya timbul kemerahan di sekujur tubuh, lalu keluar bintik-bintik seperti sisik, sampai sekarang," ujar Masnah, nenek AW, Selasa 30 September 2014.


Sejak kecil, AW diasuh oleh Masnah dan Sarpan. Kakek dan neneknya yang dengan tulus membesarkan AW sampai saat ini. Kedua orangtuanya sudah bercerai dan meninggalkan AW sedari bayi.


Masnah berkisah, saat usia 6 tahun, AW ingin sekali bersekolah. Tapi sayang, tak ada satu pun sekolah yang mau menerima AW. Umumnya, pihak sekolah khawatir bila AW diperbolehkan sekolah, akan ditinggalkan siswa lainnya.


Meski hingga kini AW belum mengenyam pendidikan formal, tapi keinginan untuk belajar terus ada di benak AW. Dia punya hobi yang sampai sekarang terus dipelihara. Menggambar. Ular naga adalah gambar favoritnya.


Tiap hari AW membantu menjaga warung internet (Warnet) milik tetangganya yang peduli dengan keadaan AW. Uangnya lumayan untuk jajan. Namun, terkadang dia harus menelan kepedihan, dijauhi oleh teman-temannya. Karena dia beda dengan anak normal.


Keluarga kini sangat berharap uluran tangan dari donatur yang peduli terhadap penderitaan AW. Nenek dan kakek ingin agar cucunya itu sembuh, dan hidup normal seperti remaja pada umumnya.


Ikhsan Bhakti/ANTV Tangerang Selatan
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya