- ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
"Namun memang yang jadi permasalahan kami, 30 persen masyarakat terutama di wilayah Selatan Garut, mereka memiliki tempat tinggal di daerah rawan bencana, seperti di bibir tebing atau di bawah perbukitan.”
Meningkatnya Potensi Bencana Banjir dan Longsor di Indonesia
Bencana banjir bandang di Garut merupakan salah satu bencana alam yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan fenomena alam yang terjadi tahun ini dengan menguatnya La Nina, perbedaan suhu permukaan air laut Samudera Hindia di sekitar kawasan pantai barat Sumatera, serta menghangatnya perairan laut Indonesia, membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan bencana alam akan meningkat.
Ketiga faktor tadi akan menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia, sehingga menciptakan anomali cuaca dan membuat musim kemarau basah di Indonesia. Tahun ini saja, sampai Oktober, sudah hampir 1700 kejadian bencana yang terjadi.
“Dengan kondisi-itu maka kejadian bencana di Indonesia semakin meningkat. Selama tahun ini hampir 95 persen bencana yang terjadi itu adalah bencana hedrometrologi atau bencana yang dipengaruhi oleh cuaca seperti banjir, longsor, kekeringan, puting beliung, cuaca ekstrim, dan lain sebagainya,” ujar Kepala Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Rabu, 19 Oktober 2016.
Berdasarkan data, terdapat 40,9 juta jiwa di 274 kabupaten/kota yang terancam terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Tahun ini dengan adanya La Nina, membuat kerawanan meningkat dibandingkan tahun lalu ketika fenomena El Nino menyerang. Karena, El Nino menyebabkan kemarau berkepanjangan, sehingga bencana yang mengikuti adalah kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai langkah antisipasi, BNPB berencana mengintensifkan peringatan dini kepada masyarakat, berdasarkan laporan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kemudian berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga negara terkait, di tingkat nasional hingga ke daerah, untuk melakukan latihan, apel kesiapsiagaan, dan memobilisasi peralatan penanganan bencana ke sejumlah titik rawan musibah.
Tak lupa, Sutopo juga memberikan saran, agar warga yang tinggal di kawasan lereng gunung memperlajari wilayahnya. Jika menemukan retakan tanah, dia meminta warga mengungsi sementara. Begitu juga kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, agar lebih mewaspadai naiknya permukaan air.