SOROT 419

Negeri Rawan Bencana

Warga mengangkut barang dari rumah yang terkena banjir bandang di Garut
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

“Makanya banyak jadi masalah ketika kita menyelesaikan rumah untuk hunian tetap, yang mana dananya sangat tinggi. Itu paling sulit,” ujarnya menjelaskan.

img_title 71.744 Sekolah Jadi Sasaran Revitalisasi 2026, Pemerintah Utamakan yang Rusak Berat hingga 3T

Pembangunan hunian ini diperlukan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, seperti yang diberikan pada korban bencana di Garut, dan juga longsor di Sumedang. Kemudian relokasi warga terdampak bencana erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara, lalu korban banjir bandang di Sangihe, Manado, Sulawesi Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, antisipasi pemerintah ini bagi Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Yaya Nur Hidayati, masih kurang. Dia menilai, peristiwa longsor dan banjir sebagai bencana ekologis, yang seharusnya bisa dicegah. Sebab, bencana ekologis di mata Yaya terjadi akibat perbuatan manusia mengeksploitasi sumber daya alam dan pembangunan. Hal ini berakibat pada rusaknya lingkungan dan memperbesar potensi terjadinya banjir dan longsor.

img_title Di Tengah Bencana yang Melanda Tanah Air, Doa Bersama Jadi Bentuk Solidaritas Masyarakat

Berangkat dari pendapat itu, dia mendorong pemerintah supaya lebih perhatian dalam memperbaiki kualitas lingkungan hidup. Cara ini menjadi solusi dalam memperkecil potensi terjadinya banjir dan longsor. “Harus ada upaya yang lebih mendasar untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup,” ucapnya di kantor Walhi, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

Menurut dia, melihat pada bencana yang terus berulang setiap tahun, Yaya menyimpulkan adanya pengabaian dari pemerintah untuk melindungi masyarakat dari korban bencana. Indikasinya adalah tingkat korban meninggal yang tinggi setiap terjadi bencana, sehingga menunjukkan kurangnya kewaspadaan masyarakat, termasuk juga antisipasi pemerintah untuk mengurangi potensi bencana.

img_title Boni Hargens Ungkap Peran Polri Sebagai Katalisator Keamanan: Bangun Relasi terhadap Masyarakat

“Artinya adalah, pertama pemerintah itu tidak, entah tidak menyadari atau tidak peduli, bahwa negara kita itu sudah berada dalam keadaan rawan bencana ekologis yang sangat parah, ratusan orang setiap tahun itu menjadi korban bencana ekologis di seluruh Indonesia.” 

Diaberharap sistem peringatan dini bisa diterapkan pada bencana banjir dan longsor, seperti halnya erupsi pada gunung berapi. Sehingga, ketika ada potensi curah hujan tinggi, maka warga diberikan peringatan mulai dari normal, waspada, siaga, dan awas.(mus)

Presiden RI Prabowo Subianto

Prabowo Tekad Perkuat Mitigasi Bencana, Siapkan Investasi Besar dan Ratusan Helikopter

Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pemerintah bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi dalam menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut