SOROT 419

Negeri Rawan Bencana

Warga mengangkut barang dari rumah yang terkena banjir bandang di Garut
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

BMKG sebagai lembaga yang berwenang memberikan informasi iklim dan cuaca, membenarkan pendapat Sutopo. Menurut Deputi bidang Klimatologi BMKG Mulyono Prabowo, curah hujan akan meningkat karena fenomena La Nina.

img_title Di Tengah Bencana yang Melanda Tanah Air, Doa Bersama Jadi Bentuk Solidaritas Masyarakat

Peningkatan curah hujan juga berpotensi menciptakan cuaca ekstrim dan gelombang tinggi. Fenomena ini diperkirakan akan terjadi hingga Februari 2017. “Potensi hujan yang ada, sebagian akan pada intensitas sedang-lebat, pada kondisi tertentu intensitas sedang dan berdurasi panjang,” ujar Mulyono di kantor BMKG, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana akibat tingginya curah hujan, yaitu banjir dan longsor. Terutama mereka yang tinggal di kawasan yang memiliki kondisi tutupan vegetasi di hulu sungai sudah terbuka. “Perlunya antisipasi munculnya potensi banjir dan longsor, khususnya untuk daerah-daerah dengan topografi dengan kemiringan curam.”

img_title Boni Hargens Ungkap Peran Polri Sebagai Katalisator Keamanan: Bangun Relasi terhadap Masyarakat

Ancaman Bencana Alam Lain

Di Indonesia, bencana tak hanya banjir dan longsor. Kondisi geografis sebagai negara kepulauan yang menjadi tempat bertemunya tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia, juga membuat gempa bumi jadi ancaman. Apalagi jika kekuatannya lebih dari 7 skala richter, maka ada kemungkinan terjadi tsunami.

img_title BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

Kemudian juga ancaman gunung meletus. Diketahui, Indonesia dilintasi cincin api pasifik atau dikenal sebagai ‘Ring of fire’. “Kita itu ada 127 gunung berapi aktif atau 13 persen dari total gunung berapi di dunia. Seperti, Sinabung masih status Awas, Bromo Siaga, dan lain sebagainya, dan ini bisa terjadi erupsi,” kata Sutopo.

Untuk itu BNPB sudah membuat peta rawan bencana, dengan beragam ancaman yang berpotensi terjadi di wilayah itu. Pada peta ini, BNPB membagi ancaman bencana ke dalam kategori bahaya tinggi, sedang, dan rendah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun ini, tercatat sudah ada 1.495 bencana, dengan 257 korban meninggal dunia, 303 orang mengalami luka-luka, serta 2,1 juta jiwa terdampak bencana dan sedang mengungsi.

Sutopo menjelaskan, bencana tidak datang tiba-tiba karena selalu ada faktor pemicu. Selain faktor alam, bencana bisa terjadi karena ulah manusia. Seperti terjadinya perubahan iklim global akibat ulah manusia atau yang disebut dengan Antropogenic. Hal ini seperti tindakan merambah kawasan konservasi untuk dijadikan pemukiman penduduk, termasuk di daerah bantaran sungai. Contoh lainnya adalah pembakaran lahan hutan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut