Sidang, Ramadhan Pohan Sebut Nama SBY dan Siap Sumpah Pocong

Ramadhan Pohan
Sumber :

VIVA.co.id – Ramadhan Pohan menampik dan membantah atas tuduhan melakukan penipuan sebesar Rp15,3 miliar. Untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, Politisi Partai Demokrat itu siap disumpah pocong.

img_title Politikus Demokrat Ramadhan Pohan Ditahan di Lapas Tanjung Gusta

Hal itu, disampaikan Ramadhan Pohan sebagai terdakwa kasus penipuan senilai Rp15,3 miliar dalam nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri Medan, Kamis petang, 29 September 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan calon Wali kota Medan periode 2015-2020 itu, dalam pembelaannya menyebutkan dirinya terjebak dan korban penipuan juga yang dilakukan Savita Linda Hora Panjaitan, yang juga terdakwa dalam kasus ini.

img_title Dihukum 3 Tahun Penjara, Kejati Sumut Siap Eksekusi Ramadhan Pohan

Ramadhan juga menyebutkan bahwa ia juga dijebak oleh korban  bernama Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Citra Panjaitan yang tak lain tim suksesnya pada saat pemenangan Pilkada Medan 2015.

Tak sampai di situ, Ramadhan menantang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melakukan sumpah pocong terhadap diri. Karena, dia yakin 100 persen tidak melakukan penipuan tersebut, yang diutarakan kepada dirinya.

img_title Ramadhan Pohan‎ Divonis Ringan, JPU Daftarkan Banding

"Saya dijebak yang mulia, saya tidak bersalah dan saya siap sumpah pocong dengan  mereka (JPU, Linda, dan RH Simanjuntak). Jika yang mereka katakan benar adanya, saya siap dilaknat Allah. Begitu juga sebaliknya," ujar Ramadhan di hadapan majelis hakim diketuai oleh Erintuah Damanik di ruang utama di PN Medan.

Ramadhan menyebutkan uang sebesar Rp15,3 miliar yang diberikan korban, yakni ?Rotua Hotnida boru Simanjuntak dan Laurenz Henry Hamonangan bukan berupa pinjaman, melainkan diberikan secara suka rela kepada pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan yakni Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma pada Pilkada Medan 2015.

"Mereka sebut suka rela bantu saya saat di hotel. Mereka bilang mau bantu karena ingin membuat perubahan di Medan. Tapi saya tidak tahu berapa jumlah yang mereka bantu ke saya. Ada juga yang bantu saya seperti Pak Burhanuddin tapi tidak ada menuntut karena suka rela," kata Ramadhan Pohan.

Dia menjelaskan dalam persidangan tidak ada bukti transaksi yang masuk ke dirinya. Ramadhan juga beberapa kali menyindir JPU. Karena menuntut tanpa berdasarkan bukti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SBY disebut

Ramadhan juga mengatakan saat di persidangan JPU menyebut SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat akan memberikan uang untuk keperluan Ramadhan di Pilkada Medan. Namun, JPU tidak memberikan bukti terkait hal tersebut. Padahal hal tersebut disebut sebagai dasar korban untuk mau memberikan pinjaman uang ke Ramadhan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut