Tahun Politik, Mega Ingatkan Kadernya Tak Tersangkut Hukum

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

VIVA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan para kadernya untuk tidak mencoba bermain-main dengan masalah hukum. Apalagi saat ini adalah tahun politik.

Analisis Komunikasi Politik dalam Rencana Pertemuan Prabowo dengan Megawati

Megawati meminta seluruh kadernya, untuk pandai-pandai menjaga diri. Tidak terjebak pada masalah hukum yang belakangan diakui Megawati, banyak menjerat para kadernya.

"Kita harus bisa menjaga diri, sudah banyak karena kekhilafan, kader kita tersentuh, terproses sebagai tersangka. Untuk jangan sampai tersangkut masalah hukum yang ada," kata Megawati dalam pengarahan pada Rapat Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan, di Kantor DPP Jalan Diponegoro Menteng, Kamis, 3 Mei 2018.

Pidato Wajah dan Fisik di Gelora Bung Karno

Proses hukum menurut Megawati diakuinya tidak semua benar-benar murni hukum. Banyak yang ia lihat, yang menjerat kader-kader PDIP bukan benar-benar murni hukum.

"Tentu kita tahu masalah ini tidak hanya masalah hukum, saya melihat masuk proses dipolitisasi. Saya melihat banyak hal yang patut tidak terjadi tapi terjadi, saya tidak perlu menyebut peristiwanya. Kalau lihat NTT, Jawa Barat, dan lain-lain," katanya.

Andri Arief Kritisi Luhut soal Pendukung Demokrat Minta Pemilu Ditunda

Maka atas dasar itu, penegakan hukum di partai juga ia lakukan. Hingga ada beberapa kader yang dipecat karena tidak bisa menjaga nama baik partainya. Megawati tidak ingin, partai ini tidak dicintai oleh rakyat.

Ia kembali mengingatkan bahwa PDIP dibangun dengan pengorbanan. Bukan dibangun dengan riang gembira. Maka seluruh kadernya, harus menjaga nama baik partai.

"Tentu semua insan di PDIP hal ini patut diingat, jangan memberi nama buruk dan jangan lalu berbicara sepertinya soal partai tapi padahal untuk dirinya. Tadi saya bicara pemecatan itu untuk menjaga tubuh PDIP," tegas Megawati.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya