Jurus Blue Bird Hadapi Ancaman Resesi Global 2023 

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono.
Sumber :
  • VIVA/Anisa Aulia

VIVA Bisnis – Beberapa negara di dunia diprediksi akan mengalami resesi pada 2023. Hal itu dipicu karena meningkatnya harga-harga yang menyebabkan inflasi tinggi, hingga direspons dengan pengetatan moneter di berbagai negara. 

img_title Inflasi Medis RI 2026 Diproyeksi Capai 17,8 Persen, Premi Asuransi Kesehatan Didorong Harus Lebih Adil

Menanggapi ancaman resesi pada 2023 Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono menyatakan, dari ancaman tersebut Perseroan akan lebih berarti-hati dalam melakukan investasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau di lihat dari sisi resesi kita tentunya perlu berhati-hati dalam hal melakukan investasi. Tapi kita tetap komitmen terhadap peremajaan, kita itu punya strategi meremajakan kendaraan terus," ujar Sigit di Mampang, Jakarta, Kamis 10 November 2022. 

img_title Kebijakan Moneter Tak Cukup Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Destry Ungkap Strategi BI Lainnya

Baca juga: Luhut Terkejut Atas Pernyataan Media Asing pada Indonesia, Kenapa?

Sigit menjelaskan, dalam menghadapi resesi pada 2023 perseroan akan meremajakan 3 ribu kendaraan pada 2022. "Itu menjadi salah satu buffer dari apabila resesi itu muncul," jelasnya.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.702 Dibayangi Inflasi Pangan dan Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

Sigit menjelaskan, peremajaan kendaraan itu juga dilakukan sebagai antisipasi bila terjadi penurunan permintaan masyarakat jika nantinya terjadi resesi. 

"Mempercepat proses peremajaan tadi karena kita bisa pakai jejak 4 tahun dan 5 tahun itu juga buffer untuk bisa mengurangi beban beban kita apabila memang demand berkurang apabila resesi," terangnya. 

Armada Taksi Blue Bird. Ilustrasi

Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Sebelumnya, Bank Dunia memperkirakan dunia akan bergerak menuju resesi hal itu karena bank-bank sentral di seluruh dunia secara bersama-sama menaikkan suku bunga acuannya sebagai respons dari meningkatnya inflasi.

Dalam studi terbaru Bank Dunia disebutkan bahwa bank-bank sentral seluruh dunia telah menaikkan suku bunga tahun ini dengan tingkat sinkronisitas yang belum terlihat selama lima dekade terakhir. Dan ini sebuah tren yang akan berlanjut hingga tahun depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, dalam studi tersebut juga dijelaskan bahwa lintasan kenaikan suku bunga yang diperkirakan saat ini dan tindakan kebijakan lainnya mungkin tidak cukup untuk membawa inflasi global kembali ke tingkat yang terlihat sebelum pandemi.

[dok. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2024]

Uji Coba di Kendaraan Bermotor Tembus 50 Ribu Km, ESDM: Bahan untuk B50 Terbukti Bagus!

Sebelum mandatori B50 diterapkan secara luas, Kementerian ESDM telah melakukan pengujian untuk sejumlah kendaraan baik pribadi, umum, tambang maupun mesin pembangkit.

img_title
VIVA.co.id
9 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut