Ancaman Gelombang ke-3 COVID-19, Akankah Lebih Parah?

Ilustrasi virus corona/COVID-19.
Ilustrasi virus corona/COVID-19.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA – Beberapa waktu belakangan ini kasus konfirmasi positif COVID-19 menunjukkan adanya penurunan. Penurunan angka kasus konfirmasi ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat. Namun, di tengah penurunan kasus Indonesia disebut-sebut bakal menghadapi gelombang ketiga.

Sejumlah pihak memprediksi, lonjakan kasus bakal tiba kembali pada akhir 2021. Hal ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat seiring dengan momen libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Lantas benarkah demikian? Apakah benar Indonesia akan mengalami gelombang ketiga? Terkait hal ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Nadia Tarmizi, M.Epid menjelaskan bahwa gelombang ketiga COVID-19 ini bisa menjadi suatu keniscayaan terjadi.

Hal ini lantaran, didasarkan pada H1 Jurnal Ilmiah dikatakan bawah menyatakan COVID-19 sifatnya akan menimbulkan gelombang-gelombang epidemiologi berkali-kali. Sehingga tidak cukup satu gelombang dan sudah mencapai puncaknya, kemudian turun seperti yang terjadi di Indonesia saat ini. Kemudian serangan atau pandemi COVID-19 selesai itu tidak terjadi pada pola penyakit COVID-19. COVID-19 ini akan menimbulkan serangan beberapa kali.

“Belajar dari scientific ini kita melihat bahwa yang paling kunci adalah di saat laju penularan menurun maka yang paling baik kita harus menekan laju penularan itu serendah mungkin, dan target kita untuk menekan laju penularan 10 per 1 juta penduduk atau maksimum 2.700 kasus. Sambil pada saat kondisi strolling menekan pelan-pelan laju penularan, menahan kasus pada level tertentu kita tetap melaksanakan protokol kesehatan 3T dan vaksinasi. Perluasan vaksinasi menjadi kesempatan kita di saat di masa strolling atau sedang menurunkan kasus COVID-19 ini secara perlahan,” kata Nadia dalam VIVATalk, Kamis 21 Oktober 2021.

Ilustrasi virus corona.
Photo :
  • Freepik/pikisuperstar

Ilustrasi virus corona.

Lebih lanjut, dijelaskan Nadia gelombang ketiga itu sesuatu yang niscaya pasti terjadi karena banyak negara yang sudah saat ini mengalami gelombang ketiga.