Ahli Ungkap Trik Jitu Pangkas Lemak untuk Resolusi Sehat 2022

ilustrasi perut rata, perut buncit, diet
ilustrasi perut rata, perut buncit, diet
Sumber :
  • Pixabay/ Public Domain Pictures

VIVA – Resolusi di awal tahun selalu menjadi sebuah pembuka bagi setiap orang di mana salah satu tujuan utamanya adalah tetap menjaga kesehatan. Terlebih, pandemi COVID-19 membuat banyak orang terpacu untuk menjadi lebih sehat dengan pola hidup baru.

Di sisi lain, pandemi COVID-19 juga memaksa banyak orang untuk membatasi beragam aktivitas sehingga membuat minimnya gerakan, termasuk berolahraga. Tak heran, salah satu kondisi yang dihadapi banyak orang saat ini adalah berat badan berlebih.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menyebutkan bahwa bobot tubuh berlebih rentan memicu perut buncit. Tak hanya itu, bertambahnya bobot tubuh memicu lemak menumpuk di beberapa bagian di tubuh yang berisiko timbulnya penyakit berbahaya.

"Menurut studi, turunkan lemak artinya turunkan berbagai risiko penyakit," jelas Prof Ari dalam acara Hidup Sehat, TvOne, Selasa, 4 Januari 2022.

Ilustrasi diet/menurunkan berat badan.

Ilustrasi diet/menurunkan berat badan.

Photo :
  • Pixabay

Untuk mengukur apakah bobot tubuh berlebihan, Prof Ari menuturkan cara paling mudah adalah dengan memakai celana lama milik kita. Apabila ukurannya sudah terasa menyempit, maka sudah menjadi peringatan agar menjaga bobot tubuh tetap ideal.

"Cobain celana aja, kalau enggak muat, ada problem berarti di tubuh. Paling bahaya ada (lemak) di perut, biasanya pada pria. Kalau terlalu berlebihan di mana-mana lemaknya di tubuh. Pada wanita cenderung turun ke bawah lemaknya (di area bokong dan paha). Jadi ini patokan, jangan beli celana baru tapi disamakan dengan ukuran celana dulu," terang Prof Ari.