Subvarian Omicron Centaurus BA.2.75 RI Terdeteksi di Anak 6 Tahun

Ilustrasi anak pakai masker.
Ilustrasi anak pakai masker.
Sumber :
  • Freepik/jcomp

VIVA Lifestyle – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengonfirmasi terdapat tiga kasus subvarian Omicron 'Centaurus' atau BA.2.75 di Tanah Air. Salah satu kasusnya ternyata pasien berusia 6 tahun atau masih kelompok anak.

Juru Bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril menyebut bahwa tiga kasus Centaurus yang ditemukan di Indonesia ada di dua kota, yakni Bali dan Jakarta. Di Bali, pasien merupakan Warga Negara Asing (WNA) berusia 59 tahun.

"Benar. Ada tiga. Satu sampel dari Bali (WNA). Dua sampel dari DKI (WNI)," tuturnya kepada VIVA.co.id, Selasa 19 Juli 2022.

Untuk kasus yang di Ibukota Jakarta, terdeteksi pada dua pasien perempuan dengan rentang usia berbeda. Selain itu, keduanya tercatat sudah mendapatkan vaksin dua dosis lengkap, serta booster.

Ilustrasi COVID-19/Virus Corona.

Ilustrasi COVID-19/Virus Corona.

Photo :
  • pexels/Edward Jenner

"Perempuan usia 39 tahun, 3 dosis Astrazeneca. Perempuan usia 6 tahun, 2 dosis Sinovac," kata Kemenkes.

Diberitakan VIVA sebelumnya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi subvarian Omicron BA.2.75 sudah dideteksi muncul di Indonesia. Subvarian yang dijuluki sebagai Centaurus itu awalnya terdeteksi di India dan kini meluas.

"Kami juga meng-update ke Bapak Presiden ada subvarian baru yang namanya BA.2.75 yang sekarang sudah beredar di India mulainya, dan sudah mulai masuk ke 15 negara," ujar Menkes Budi dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 19 Juli 2022.

Tentang munculnya potensi sub-varian Omicron BA.2.75, Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan dalam sebuah video yang diposting di Twitter bahwa telah terjadi kemunculan sub-varian yang disebut BA.2.75. Kasus pertama kali dilaporkan dari India dan kini ada di Indonesia yakni di Bali dan Jakarta.

"Ini (BA.2.75) juga sudah masuk di Indonesia satu ada di Bali karena kedatangan dari luar negeri, dua ada di Jakarta. Kemungkinan besar transmisi lokal sedang kita cari sumbernya dari mana," imbuhnya.