Mudah Putus Asa Berisiko Sakit Jantung
- Pixabay
Salah satu pernyataan pesimis adalah 'jika sesuatu bisa menjadi salah, itu akan terjadi pada saya'.
Mereka harus menyatakan seberapa kuat mereka mengidentifikasi setiap pernyataan dalam skala 0 (sangat tidak setuju) hingga 4 (sangat setuju).
Para peneliti kemudian menemukan bahwa 121 pria dan wanita yang meninggal karena penyakit jantung dalam periode 11 tahun penelitian selalu lebih pesimis sejak awal dibandingkan mereka yang masih hidup.
Secara keseluruhan, orang yang paling pesimis dalam grup memiliki 2,2 kali lipat risiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan yang pesimisnya ringan.
Namun, penelitian ini dibatasi oleh fakta bahwa datanya merupakan laporan mandiri. Meski begitu, para peneliti bersikukuh penelitian ini mengikuti tren penelitian yang menunjukkan pesimisme tidak baik bagi kesehatan seseorang.
Meski demikian, pada penderita diabetes, Rudi menyarankan agar tidak melihat pada penyakitnya saja. Tapi, bagaimana dia bisa berprestasi. Mereka sama seperti orang normal yang bisa menggapai prestasi dan menjadi apapun yang mereka inginkan asalkan gulanya dikendalikan supaya target yang diharapkan tercapai.