Si Hitam yang Kian Diburu

Pempek Hitam Shinta
Sumber :
  • Instagram @pempekshinta

Berbeda dengan arang aktif, tinta cumi-cumi akan membuat masakan menjadi semakin kaya rasa. Tak hanya itu, tinta cumi-cumi juga mengandung zat besi serta sejumlah antioksidan yang tentu saja sangat baik bagi kesehatan tubuh.

img_title Alasan Kenapa Jeruk Dikemas dalam Kantong Jala Merah

Dilansir dari Live Strong, tinta cumi-cumi mengandung asam glutamik atau sering disebut glutamat, zat yang memproduksi cita rasa yang kaya, yang sering dikaitkan dengan umami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahan makanan satu ini umum digunakan masyarakat Italia dan Spanyol. Saat ini semakin banyak pula negara di Asia Tenggara yang memanfaatkannya sebagai pewarna dan bumbu masakan.

img_title Supaya Crunchy, Kantin Ini Jual Telur Kukus Campur Semut

Nah, di Indonesia, kuliner hitam tak hanya meliputi deretan hidangan internasional saja, namun juga hidangan khas Indonesia, mulai dari mi ayam, nasi goreng, martabak, kue cubit, roti bakar hingga pempek. Penasaran? Berikut ini beberapa diantaranya yang wajib Anda cicipi.

Pempek Hitam Shinta

img_title 4 Kreasi Onde-onde Kekinian, Bisa Jadi Inspirasi Takjil Buka Puasa

Belakangan tren kuliner hitam semakin menjamur di Ibu Kota Jakarta. Beragam makanan yang menawarkan hidangan berwarna hitam pekat kian bermunculan, mulai dari burger, mi ayam hitam, martabak hingga nasi goreng hitam.

Tapi dari semua makanan hitam tadi, ternyata masih ada satu lagi yang juga tampil dengan warna hitam, yakni pempek hitam. Ya, makanan khas Palembang ini juga terkena 'virus' kuliner hitam.

Salah satu tempat yang menawarkannya, Pempek Shinta. Kedai Pempek yang berlokasi di Hero Emerald Bintaro Sektor 7, Tangerang Selatan ini bahkan disebut-sebut sebagai pencetus pempek hitam pertama di Indonesia.

Jovita Halim, pemilik Pempek Shinta, yang sekaligus pencetus pempek hitam ini mengatakan saat mengawali pembuatan pempek hitam spritnya adalah keinginan menghadirkan suatu kuliner yang tidak hanya lezat, namun juga unik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, kita sudah jual pempek dari 2013, terus sudah berjalan berapa tahun. Tiba -tiba kepikiran bagaimana nih caranya  buat pempek yang unik. Akhirnya setelah dirundingkan kita memutuskan coba bikin pempek hitam yang dibuat sekitar tahun 2015," kata Jovita saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa, 4 Oktober 2016.

Selain itu Jovita yang memang serius menjaga kesehatan, secara langsung tercetus untuk membuat pempek hitam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut