Cita Rasa Sulawesi Tenggara pada Kabuto, Si Ubi Fermentasi

Kabuto, kuliner khas Sulawesi Tenggara.
Kabuto, kuliner khas Sulawesi Tenggara.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Kamarudin Egi (Sulawesi Tenggara)

Di Kendari, kabuto bisa Anda temui di pasar tradisional. Biasanya kabuto sudah dicampur kelapa parut bersama sedikit garam dan irisan bawang merah. Harganya Rp5 ribu per porsi. Ditambah sepotong ikan asin, seporsi kecil sayur bening dan sambal, Anda cukup menambah uang Rp5 ribu.

Kabuto, kuliner khas Sulawesi Tenggara.

                                        (VIVA.co.id/Kamarudin Egi)

Bukan Sembarang Ubi

Untuk menghasilkan kabuto yang berkualitas bagus, ada tahapan yang harus dilalui. Sejumlah ubi segar yang baru selesai dipanen, dikupas kulitnya terlebih dahulu. Kemudian ubi-ubi ini diperam dengan dibungkus menggunakan daun-daun ubi kayu segar serta kulit hasil kupasan ubi kayu.

Paling bagus, daun yang dipakai membungkus masih dalam kondisi berembun. Kedua lapisan ini untuk menghindarkan ubi kayu dari debu dan kotoran saat diperam. Lapisan menyerupai selimut ini, biasa dibuat hingga tebalnya 20-30 sentimeter.

Agar kabuto bisa bertahan lama hingga jangka dua bulan atau lebih, sebelum diperam mereka direndam dan dicuci dengan air garam. Rendaman air garam dipercaya bisa membersihkan bakteri yang mempercepat pembusukan ubi.