- ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Bahkan, buah hati Wulan menjadi tidak terurus. Karena itu, keluarganya berusaha membantunya supaya bisa kembali normal, baik dengan cara spiritual maupun bantuan medis.  Â
Perlahan sikap Wulan menunjukkan kemajuan. Dia kembali punya semangat untuk melanjutkan kehidupan dan melupakan kejadian buruk yang telah merengut kebahagiaannya.Â
"Kalau saya melihatnya lumayan cukup ada kemajuan. Sekarang bisa dikatakan kelihatan ada semangatnya untuk melanjutkan hidup dan melupakan apa yang pernah dialami selama ini," ujar karyawati di perusahaan swasta itu.Â
Selain depresi dua wanita tersebut akibat utang dan asmara, depresi juga diderita seorang pria berusia 59 tahun di Depok lantaran sakit. Kakinya terpaksa diamputasi karena diabetes yang sudah diderita sejak 10 tahun lalu. Â
Sebagai sosok yang sangat aktif dan memiliki pergaulan luas dan baik di lingkungan sosial, berat bagi Syamsudin untuk menghadapi kenyataan tersebut. Apalagi, awalnya dia diberitahu kaki kanan yang akan diamputasi hanya semata kaki, namun menjadi hingga ke tulang kering.Â
"Sebenarnya saya enggak mau diamputasi. Stres saya. Saya sudah lebih dari lima kali dioperasi kakinya. Dahulu hanya diamputasi satu jari, jari kedua, jari ketiga enggak masalah, ini sekarang harus diambil lagi karena kalau tidak, bisa ke paha nanti busuk semua," tuturnya.Â
Oleh karena itu, sebelum melakukan amputasi hingga sebawah lutut, selain ditangani oleh dokter khusus tulang, saraf, diabetes, ada juga psikiater dan psikolog. Mereka memberikan motivasi agar Syamsudin lebih siap, tidak takut dan khawatir menjalani amputasi tersebut.Â
Yanti, anak pertama Syamsudin mengungkapkan bahwa ayahnya sempat depresi dan berubah pikiran tidak ingin menjalani operasi pemotongan kaki. Namun dengan dukungan keluarga dan psikiater, akhirnya Syamsudin mau diamputasi, meski jadwalnya akhirnya mundur.Â
Tanda Depresi
Angela, Wulan dan Syamsudin berhasil pulih dari depresi karena diketahui tanda-tandanya dan segera diobati dengan dukungan orang di sekitarnya. Banyak orang depresi di luar sana yang terus menderita hingga berakhir duka karena beragam sebab.Â
Dr A. A. A Agung menjelaskan, depresi merupakan gangguan mood atau suasana hati. Ada tiga aspek yang mengalami penurunan dalam depresi. Pertama, penurunan suasana hati atau alam perasaan seperti gampang sedih, marah, tersinggung.