- ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Terkait penanganan soal kasus ini, meski menurut Benny, pemerintah sudah cukup tanggap terutama biaya yang ditanggung BPJS lantaran akses finansial ke psikolog atau psikiater itu biayanya memang tidak murah, namun masih dibutuhkan program lebih jangka panjang. Misalnya, mengadakan sistem registrasi kematian bunuh diri, sehingga bisa mengetahui data secara nasional.
"Di samping itu, perlu sistem hotline nasional selama 24 jam dan regulasi terkait peliputan kasus bunuh diri yang sehat dan aman," ujarnya.Â
Selain penanganan, yang terpenting adalah cara menghindari depresi. Menurut dr. A. A. A. Agung, menjadi orang yang fleksibel, mudah beradaptasi dengan berbagai perubahan dan bisa mengukur kekuatan diri sendiri, jangan berekspektasi lebih dari kemampuan. Sementara jika punya kerentanan depresi dalam keluarga, sebaiknya lebih sadar terhadap tanda-tanda awal depresi, seperti hilang minat, masalah tidur hingga malas berinteraksi dengan orang lain.Â
Sementara dr Fidiansyah menambahkan untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri, melakukan penyegaran dan istirahat dalam rutinitas harian, olahraga dan mengonsumsi makanan sehat, menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang, bicara soal perasaan dengan orang yang dipercaya. Selain itu, senada dengan Agung, dia juga menyarankan untuk menerima diri sendiri dan menetapkan tujuan yang realistis.Â
Di samping itu, menghadapi stres karena merupakan bagian dari hidup dengan melakukan gaya hidup seimbang, menjaga spiritualitas serta menjalin relasi dengan sesama dan masyarakat.
"Jika apa yang Anda alami sudah sangat berlebihan dan tidak bisa menghadapinya, mintalah bantuan ke keluarga atau teman atau dokter jika sudah mengganggu hidup Anda menjalani hidup," ujarnya. (ms)