- ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Sayangnya, belum ada angka terbaru secara nasional. Kementerian Kesehatan tidak punya data spesifik hingga tahun lalu soal jumlah penderita depresi di Tanah Air. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan RI, dr. Fidiansyah, SpKJ kepada VIVA mengatakan, sistem pendataan tersebut masih dalam proses riset oleh tim Penelitian dan Pengembangan Kemenkes tahun ini.Â
Kendati demikian, dia menuturkan, penyebab depresi itu multifaktor, tidak ada satu penyebab khusus. Faktor yang memengaruhi, seperti biologis, psikologis dan sosial. Faktor biologis, misalnya berbagai kondisi yang menimbulkan ketidakseimbangan zat kimia otak, keturunan, penggunaan obat-obatan, alkohol dan lain-lain.Â
Faktor psikologis, seperti ciri kepribadian tertentu, misalnya dependen, perfeksionis atau introvert maupun motivasi yang kurang dan kurang bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Sedangkan faktor sosial, misalnya stres kronis, konflik keluarga, kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan atau sosial.Â
Belum lama ini, artis sekaligus presentar Angela Lee mengaku depresi karena masalah utang piutang yang membelitnya hingga punya pikiran untuk bunuh diri. Utang yang ditanggung karena bisnis tas mewah nilainya sangat fantastis, mencapai Rp25 miliar.Â
Akibat kasus itu, dia mendapat banyak intimidasi dan pemutusan kontrak kerja. Dan saat depresi, kebanyakan penderita menganggap bunuh diri sebagai jalan pintas mengakhiri derita.Â
Begitu pun yang dirasa Angela dan suaminya. Keduanya tak hanya sekali berniat bunuh diri, tapi hingga tiga kali. Niat bunuh diri, awalnya diajak suami, namun berhasil digagalkan kakak kandung Angela.Â
"Suami memang ngajak, dia, aku, dan anak kita untuk bunuh diri bareng-bareng biar enggak ngerasain utang lagi. Tetapi, aku juga yang masih bingung dan takut buat bunuh diri. Tapi itu sempat tertahan rencananya sama kakak aku di rumah," tuturnya, beberapa waktu lalu.Â
Menurut dia, dukungan dari keluarga dan pengacaranya yang membantunya bisa bangkit dari depresi. Â
Wanita lain yang bisa melawan depresi adalah Wulan. Wanita berusia 26 tahun ini sempat mengalami depresi tanpa disadari setelah mengetahui fakta suaminya menikah lagi dan pergi. Sikapnya berubah drastis setelah itu dan warga Johar Baru, Jakarta Pusat ini akhirnya dibawa keluarganya untuk konsultasi ke psikiater.Â
"Sebenarnya saya biasa-biasa saja. Kalau tertekan, memang itu yang saat ini saya alami, tapi dokter tidak bilang apa-apa (depresi)," katanya kepada VIVA ketika ditemui di RSCM.Â
Dia mengaku selama setahun terakhir merasa malu dan tidak memiliki teman. Namun setelah tiga kali konsultasi dan menceritakan semua masalahnya ke psikiater, dia merasa lega.
Kakak kandung Wulan, Lani membenarkan adiknya tersebut mengalami depresi dengan level sedang. Pemicunya, suami yang seorang pelaut ternyata menikah lagi pada tahun 2016 lalu tanpa pemberitahuan. Padahal mereka baru menikah empat tahun lalu. Â
"Ini yang membuat dia shock berat. Apalagi anaknya masih kecil," ujarnya.
Sejak itu, Wulan menjadi sosok yang berbeda. Adiknya yang semula ceria dan suka bercanda menjadi menarik diri dari lingkungan sosial, lebih pendiam dan tertutup, sering murung, menangis dan bengong.