SOROT 486

Meniti Jalan Pedang

Seorang bayi yang baru lahir pada 29 Januari 2018, tidur di dalam inkubator di rumahnya di Kampung Dayeuh Desa Sukanegara, Jonggol, Bogor, Jawa Barat, 31 Januari 2018.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Ateng mengatakan, ia meminjam inkubator karena tak punya uang. Penghasilannya sebagai sopir truk tak cukup untuk mengongkosi perawatan anaknya di rumah sakit. “Kemarin saya sempat tanya ke dokter kalau dirawat itu butuh biaya berapa. Kata dokter semalam itu Rp1,8 juta dikali 10 hari. Haduuuhh, saya dengarnya kaget. Saya bilang ke dokter, saya gak sanggup. Mendingan bawa pulang aja,” ujarnya kepada VIVA, Rabu 31 Januari 2018.

img_title Jangan Diabaikan, Ini Faktor Risiko Bayi Lahir Prematur

Ia mengaku tak ada biaya sepeser pun terkait peminjaman inkubator tersebut. “Gratis semuanya. Tak ada dana apapun, sepuluh ribu juga gak ada,” ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ayah tiga anak ini mengaku sangat terbantu dengan program peminjaman inkubator gratis. “Makasih sudah dibantuin. Saya memang benar-benar lagi butuh pertolongan. Kalau tidak ada pertolongan ini saya gak tau kaya gimana.”

img_title Curhat Arumi Bachsin Besarkan Anak yang Lahir Prematur: Penuh Tantangan dan Emosi!

Hal yang sama disampaikan Siti Aminah (33). Mantan pengguna inkubator ini mengaku sangat terbantu. “Saya senang banget bisa ditolongin sama Ibu Enny, Ibu Betty,” ujarnya saat VIVA berkunjung ke rumahnya di Desa Sukasirna, Jonggol, Rabu 31 Januari 2018.

Awalnya, ibu dari Faiz Permana ini takut saat ditawari peminjaman inkubator. Ia takut diminta membayar. Pasalnya, ia tidak memiliki uang. Ketiadaan dana itu yang membuat ia terpaksa membawa pulang anaknya dari rumah sakit. Meski berat anaknya hanya 1,6 kg karena sudah lahir pada usia kandungan enam bulan satu pekan.

img_title Innalillahi! Perempuan di Sragen Melahirkan saat Latihan Silat, Bayinya Meninggal

“Waktu itu ada yang nawarin katanya ada yang mau pinjamkan inkubator gratis. Terus aku takut. Takutnya itu gak gratis. Kita ketakutan gitu. Tapi kan saya juga mikir kasian bayinya,” ujarnya mengenang.

Setelah dijelaskan oleh bidan setempat bahwa peminjaman itu gratis, Siti Aminah akhirnya bersedia. “Bidan Dewi menjelaskan bahwa itu benar-benar gratis. Ya udah, akhirnya saya bilang ke bidan Dewi kalau gratis boleh. Terus ya udah datang aja inkubator malam-malam dianter sama Ibu Betty dan alhamdulillah bayi saya ketolong,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mencegah Hipotermia

Ia mengaku meminjam inkubator pada September 2015. Sekarang anaknya sudah berusia 2,4 tahun dan tumbuh dengan baik. Sama seperti Ateng, ia mengatakan tak dipungut biaya sepeser pun saat meminjam inkubator. “Alhamdulillah tidak. Sepuluh ribu juga gak keluar uang kita. Malah dikasih vitamin. Kita dikasih kasur bayi juga,” ujarnya menambahkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut