- ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Hal senada disampaikan Wilson. Menurut dia, penggemar wisata petualangan juga lebih suka menikmati pemandangan alam dibanding perkotaan. Itulah alasan utamanya memilih wisata petualangan untuk refreshing dan menyegarkan pikiran.
"Enggak suka aja (wisata) konvensional cuma jalan-jalan di kota. Saya suka lihat pemandangan alami. Kalau cuma di kota kan kita juga tinggal di kota," katanya.
Pria yang gemar naik gunung itu juga menuturkan, bahwa setiap kali ia berpetualang mendaki gunung, tantangan dan rintangan yang ia temui juga berbeda-beda. Begitu pula dengan jalurnya.
"Juga temannya enggak selalu sama, jadi beda suasananya. Pemandangannya juga jelas beda, pas sampai puncak juga beda sensasinya. Pas sampai puncak paling atas pemandangannya bikin prosesnya terbayarkan," ucapnya.
Wisata petualangan juga digemari para selebriti, salah satunya adalah Ramon Y. Tungka. Aktor sekaligus presenter ini mengaku lebih suka berlibur ke destinasi-destinasi wisata alam, baik darat atau air. Ia bahkan akan berpetualang mendaki Gunung Kilimanjaro, Tanzania, Afrika pada 17 Agustus 2018 mendatang untuk mengibarkan bendera merah putih dan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di puncak gunung tertinggi di dunia itu.
"Wisata petualangan memberikan banyak pembelajaran, dan selalu ada hal baru setiap kali melakukannya. Walaupun kita sudah pernah mengunjungi destinasi tersebut, namun tetap akan ada surprise baru yang akan ditemui," ujarnya.
Meningkat Pesat
Menurut kajian yang dikeluarkan oleh Adventure Trade and Travel Association (ATTA) tahun ini, tren wisata dunia membaik pada 2017, namun terkendala masalah kesinambungan atau sustainability. Pertumbuhan wisata melebihi pertumbuhan ekonomi global dengan angka 7 persen, mencapai 1,3 juta keberangkatan.
Wisata petualangan menikmati peningkatan ini. Bahkan diketahui dari kajian tadi bahwa para pemain wisata umum mulai meningkatkan porsi wisata petualangan. Para pelancong juga lebih berani dalam petualangan. Walau kondisi dunia dibebani aksi teror, politik proteksionis dan ancaman iklim, namun di daerah dekat konflik seperti Turki, wisata petualangan justru meningkat pesat.
Peningkatan wisata petualangan di dunia ternyata didorong oleh wisatawan asal China. Diperkirakan 60 juta wisatawan China melakukan wisata petualangan. Mereka gemar mendaki gunung, panjat tebing dan berkuda.