- ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Itu ia lakukan lantaran jika terlalu banyak pesepeda yang turun dari gunung akan merusak jalur, sehingga hanya diperbolehkan 15 orang peserta per trip. "Sebetulnya peminatnya ada yang minta sekali trip 20-40 (peserta), tapi justru dari pihak pengelola membatasi karena kalau terlalu banyak (peserta), jalurnya rusak," ucapnya.
Menurut dia, rata-rata wisatawan yang berkunjung ke Gunung Slamet untuk turun gunung naik sepeda ramai di akhir pekan, karena kebanyakan dari mereka datang dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung dan sebagainya. Mereka memilih Gunung Slamet lantaran gunung itu merupakan salah satu gunung yang punya jalur bagus untuk tur sepeda.
Untuk biayanya sendiri, per orang membayar sekitar Rp1,5 jutaan, sudah termasuk homestay, makan di jalur pendakian dan porter yang akan membantu membawa sepeda ke atas gunung.
Galih Donikara, Koordinator EIGER Adventure Servic Team (EAST) mengatakan, meningkatnya tren wisata petualangan bisa dilihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata pegunungan dengan durasi pendakian pendek yang sering dikunjungi ribuan orang, terutama di musim-musim liburan. Bahkan selama bulan Ramadan objek wisata pegunungan tetap dibuka karena banyak wisatawan asing yang mendaki.
"Apalagi sekarang udah banyak komunitas wanita cantik, pendaki hijaber, komunitas pendaki Indonesia. Jadi saat ini orang udah mulai mencari pengetahuan berpetualang dari pengetahuan mereka melalui dunia maya," kata Galih.
Wisata petualangan ini juga memunculkan beberapa objek wisata baru yang sebelumnya belum pernah atau jarang dieksplor lantaran lokasinya yang terpencil atau sulit dijangkau. Bahkan, kata Galih, saking banyaknya wisatawan yang berwisata petualangan di seluruh Indonesia, semakin banyak orang yang menjadi guide atau pemandu wisata lokal dadakan.
Didominasi Wisatawan Asing
Tampaknya tren wisata petualang yang memang berasal dari luar Indonesia membuat beberapa destinasi wisata tertentu di Tanah Air saat ini lebih banyak didominasi oleh wisatawan asing, seperti di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Penyelenggara wisata petualangan di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Yaumi Kamale mengaku, justru yang membeli paket-paket wisata yang ia tawarkan kebanyakan adalah wisatawan mancanegara.