SOROT 521

Misteri Tsunami Indonesia

Sebuah kursi berada diantara bangunan yang ambruk dampak gempa dan tsunami di kawasan Pantai Taipa, Palu Utara, Sulawesi Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA – Semburat senja menggantung di tepi pantai Teluk Palu. Suasana meriah tampak di sepanjang garis pantai. Ratusan orang menyemut di pinggir pantai mulai dari siswa Sekolah Dasar hingga siswa Sekolah Menengah Atas juga guru dan pedagang.

img_title Bank Indonesia Salurkan 32,5 Ton Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa Bumi NTT

Kemeriahan itu sudah berlangsung dua setengah jam sebelum pembukaan Festival Pesona Palu Nomoni 2018 yang akan dibuka Pukul 19.30, Jumat 28 September 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maghrib mulai mendekat. Firman Halide sibuk mengatur dan menata pedagang festival yang mendaftar. Derap langkah kaki mendekat. Anaknya mengajak Firman pergi ke masjid, tapi ia menunda sejenak, ingin menyelesaikan tugasnya sebelum ke masjid.

img_title Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Tiba-tiba tubuh Firman terhuyung hilang kendali. Goncangan dahsyat terjadi. Firman berusaha mengendalikan posisi, menengok samping kanan dan kiri. Tenda dan bangunan rubuh semua, rata dengan tanah.

Sadar kondisi darurat. Firman berlari dengan menggendong anaknya. Pedagang sudah tak dalam pikirannya. Langkah larinya baru beberapa meter, getaran dahsyat kembali menggoyahkan larinya. Firman jatuh, anaknya lepas dari gendongannya. Ia melempar pandang ke sekitar, anaknya entah ke mana. Kalut, sekelilingnya mulai muncul air keruh warna warni mengepung dan melumatnya.

img_title Israel Dihantam 'Tsunami'

Warga berada di dekat kapal TNI AL yang terdampar di jalanan akibat tsunami di Watusampu, Ulujadi, Palu, Sulawesi Tengah, 3 Oktober 2018.

Dampak tsunami yang menghantam Palu, Sulawesi Tenggara

Firman beralih dunia. Tadi darat berganti pusaran dan ombak. Di dalam lumatan air, dia berusaha mengendalikan diri. Tapi tak berdaya. Ombak menyeretnya ke kanan, lalu kiri. Belum cukup, ombak menyeretnya ke bawah.

Pria paruh baya ini berusaha naik ke atas permukaan air. Sekuat tenaga dengan menahan nafas ia terus berusaha. Kaki dan tangannya bertolak, dengan apa yang ada di sekelilingnya. Namun, tiap kali ingin menggapai permukaan air, dia terlempar lagi ke bawah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi makin kalut. Tusukan pecahan benda pantai di tubuh sudah tak terasakan oleh Firman. Ia mulai kehabisan nafas. Seiring gerak tangan dan tubuhnya, batin Firman turut bergejolak, berdzikir dan berdoa sebisanya. Dengan sisa nafas dan tenaga, Firman berusaha lagi.

Tong sampah plastik terombang ambing ombak di tengah-tengah. Firman melihat asa. Dia kejar jeriken plastik tersebut, dengan tenaga dan nafas habis. Tinggal berenang tinggal badan, akhirnya jeriken itu berhasil dipeluknya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut