Indonesia Dikepung Bencana

Sorot 532 Nasional
Sorot 532 Nasional
Sumber :
  • VIVA

VIVA – Air mata duka akibat bencana di Indonesia memang tak pernah kering. Belum reda duka karena diguncang gempa 6,4 hingga 7 skala richter yang meluluhlantahkan Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Bali pada kurun waktu Juli hingga Agustus 2018 lalu, air mata bangsa Indonesia kembali tumpah dengan bencana tsunami dan gempa bumi di Sulawesi Tengah.

Belum sampai sebulan pasca gempa NTB, Palu, Donggala, Sigi dan wilayah sekitar Sulawesi Tengah rata dengan tanah dilumat tiga bencana sekaligus, tsunami, gempa bumi dan likuifaksi. Bencana itu begitu menyayat hati, di tengah kepedihan serupa yang dialami masyarakat Lombok dan sekitarnya.

Abdullah (64), salah satu korban selamat dari bencana alam gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) duduk disekitar puing rumahnya yang hancur dan tertimbun lumpur di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah

Abdullah (64), salah satu korban selamat dari bencana gempa di Sulawesi Tengah

Tak dipungkiri, secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik (ring of fire). Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Kondisi tersebut sangat rawan terjadi bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Bencana alam bisa datang sewaktu-waktu dan merenggut nyawa manusia. Apalagi, masih banyak masyarakat Indonesia, tinggal di daerah-daerah rawan bencana.

Indonesia beriklim tropis, dengan dua musim yaitu panas dan hujan dengan ciri-ciri adanya perubahan cuaca, suhu dan arah angin yang cukup ekstrim, ditambah topografi permukaan tanah dan batuan yang beragam, juga rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan kekeringan.