Jerat Candu Digital

Seorang warga menggunakan telepon genggamnya di pelosok Mosairo, Nabire, Papua
Seorang warga menggunakan telepon genggamnya di pelosok Mosairo, Nabire, Papua
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrayadi TH

VIVA – Hampir kurang lebih 5 menit Adnan menatap ponselnya, sesekali ia terlihat senyum-senyum sendiri. Tak lama ia beralih ke layar laptop sambil menggerak-gerakan mouse, lalu mulai mengetik dan melanjutkan pekerjaannya. Tak sampai 20 menit, Adnan kembali menengok ponselnya dan menatapnya lagi. Begitu seterusnya.

Adnan (27) adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Sehari-hari ia tak pernah lepas dari gadget. Tak hanya handphone (Hp), Adnan juga kerap berselancar di dunia maya lewat laptop.

"Setiap hari pastilah internetan. Dari melek mata sudah scrolling medsos (media sosial), cek e-mail, cek whatsapp, browsing info-info baru," ujar Adnan kepada VIVA Rabu 16 Januari 2019.

Tak hanya itu, Adnan mengatakan, sepanjang perjalanan ke kantor saat naik kendaraan umum ia juga tak absen menatap ponselnya. Belum lagi di kantor saat bekerja, hingga pulang kantor dan sebelum ia terlelap tidur, ponsel tak jauh darinya.

"Ya mau gimana ya, memang semua pekerjaannya di situ. Belum lagi kalau mau pesan ojek online, komunikasi sama teman semua serba digital. Jadi mau enggak mau ya harus cek Hp," ujarnya beralasan.

sorot sosial media - akses internet - smartphone

Banyak orang kecanduan gadget